Sabtu, 13 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Komandan Militer ISIS Ditangkap di Wilayah Pinggiran Istanbul

Kepolisian Turki menangkap seorang pria yang diduga merupakan komandan militer kelompok teroris ISIS di Istanbul, pada Minggu (2/5) pekan lalu.

Tayang:
Editor: Vito
wall street journal
Ilustrasi teroris 

TRIBUNJATENG.COM, ISTANBUL - Kepolisian Turki menangkap seorang pria yang diduga merupakan komandan militer kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Istanbul, pada Minggu (2/5) pekan lalu.

Dikutip dari Middle East Eye, Selasa (4/5), Kepolisi Turki dalam pernyataannya menyebutkan tersangka dengan nama alias Basim itu ditahan di pinggiran kota Istanbul.

Dia juga diduga bertugas di Dewan Syura ISIS, dan mengorganisir pelatihan militer bagi kelompok teroris itu di Suriah dan Irak.

Berdasarkan laporan berita nasional Turki, NTV, penangkapan itu dilakukan dalam operasi gabungan antara Kepolisian Turki dan Organisasi Intelijen Nasional (MIT).

Mereka kemudian mengunggah dua foto Basim, yakni saat dia masih berada di medan tempur dan setelah ditangkap.

Menurut laporan, Basim adalah warga Afghanistan yang diduga memiliki hubungan dekat dengan mantan pemimpin kelompok ISIS, mendiang Abu Bakar al-Baghdadi.

Dia tewas akibat bom bunuh diri saat akan ditangkap dalam operasi gabungan antara pasukan Kurdi dan Amerika Serikat (AS) di Provinsi Idlib, Suriah, pada Oktober 2019.

Menurut keterangan Kepolisian Turki, pria yang tak diketahui keberadaannya sejak Desember 2017 itu melakukan perjalanan menggunakan paspor palsu.

Laporan Kepolisian Turki tak dapat dikonfirmasi secara independen, begitu pula soal identifikasi latar pria itu.

Setelah sempat menguasai sepertiga dari Suriah dan Irak, kelompok ISIS kini terusir ke daerah perbatasan gurun di antara kedua negara.

Pada April lalu di kota al Saan, Suriah, kelompok itu dilaporkan menculik puluhan orang, delapan tentara dan petugas polisi, serta 11 warga sipil yang dituduh sebagai informan pemerintah Suriah.

Di Irak, pasukan koalisi pimpinan AS tetap aktif memburu kelompok ISIS. Pasukan multi-nasional itu bekerja dengan militer Irak untuk menghancurkan sisa-sisa anggota kelompok teroris itu.

Wilayah cekungan Hamrin adalah satu tempat perlindungan terbesar dan paling berbahaya bagi kelompok radikal Sunni dan Kurdi selama beberapa dekade.

Daerah tersebut berada di antara wilayah hukum pasukan keamanan federal Irak dan tentara Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG), Peshmerga.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Jens Stoltenberg mengatakan, akan meningkatkan jumlah pasukan pemburu anggota ISIS dari 500 serdadu menjadi 4.000 prajurit, atas permintaan pemerintah Irak.

Mereka akan diterjunkan untuk mengambil alih beberapa kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh koalisi pimpinan AS melawan kelompok ISIS. Pasukan yang akan dikirim berasal dari Inggris, Turki dan Denmark. (cnn)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved