Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Larangan Mudik

Ganjar Pastikan Puncak Arus Mudik Sebelum Penyekatan Terjadi Malam Ini

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo cek pos penyekatan di pintu tol yang ada di Jawa Tengah, Selasa (4/5/2021).

Tayang:
Istimewa
Gubernur Ganjar Pranowo melakukan pengecekan posko penyekatan larangan mudik 2021 di pintu tol Kalikangkung, Selasa (4/5). 

Penulis Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo cek pos penyekatan di pintu tol yang ada di Jawa Tengah, Selasa (4/5/2021).

Pengecekan dilakukan di pintu tol Kalikangkung, dan dilanjutkan ke pintu tol Pejagan Brebes.

Ganjar pastikan puncak arus mudik sebelum penyekatan terjadi pada malam ini, dan besok.

"Makanya kalau kita bisa melakukan pengecekan ini adalah tempat screening. Setelah mereka masuk  Pejagan dari sisi barat ini (tol Kalikangkung adalah screening kedua. Kalau mereka  tidak tertib mengikuti prokes akan dibalikan," ujarnya.

Pihaknya telah menyiapkan dengan menutup pintu keluar tol baik dari sisi kanan maupun kiri apabila pemudik tidak tertib dibalikkan. 

Oleh sebab itu pemudik yang kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan wajib memutar balik.

"Saya minta kepada masyarakat tolong tidak mudik dulu. Tolong aturannya ditaati agar kita aman. Jika melakukan perjalanan tidak perlu jauh-jauh cukup di sekitar tempat tinggal masing-masing," jelasnya.

Ganjar mengimbau apabila masyarakat akan meninggalkan daerahnya wajib melengkapi persyaratan baik itu Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) maupun surat pengetesan.

Pihaknya masih banyak menemukan pemudik yang nekat dan menerobos ke Jawa Tengah.

"Jangan sampai terjadi di Pati. Tidak merasakan apa-apa tapi menulari yang lain," ujar dia.

Selain di Jalan Tol, kata dia, pos penyekatan di jalur tikus telah disiapkan di 14 titik jalur provinsi, dan 17 titik di jalur Kabupaten Kota.

"Diharapakan yang 17 titik bisa diikuti di jalur-jalur yang lain. Ini beberapa bupati Dan walikota melakukan tindakan sama sehingga kontrolnya akan semakin ketat," jelasnya.

Ia menegaskan bagi pemudik yang nekat menerobos penyekatan dari (6/5) hingga (17/5) akan di karantina. Hingga saat ini yang datang ke Jawa Tengah sekitar 3800 an.

"Sebagai contoh wilayah yang telah siap adalah Kabupaten Banyumas. Pemudik yang nekat mudik akan dikarantina di Kaki Gunung Slamet selama lima hari," tandasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved