Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jumlah Pemudik Menurun Drastis, Kendaraan Melintas di Tol Hanya 138.508

Data survei Kementerian Perhubungan, dengan adanya larangan mudik dapat membendung masyarakat yang akan melakukan aktivitas mudik

Tayang:
Editor: rustam aji
Tribunjateng.com/Mamdukh Adi Priyanto
Ilustrasi - Gerbang tol tegal 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono menyebut pemudik libur Idul Fitri 1442 diprediksi berkurang drastis. Menurutnya, hal itu terjadi berkat adanya larangan mudik pada 6-17 Mei 2021, yang disertai dengan beberapa pos penyekatan.

"Data survei Kementerian Perhubungan, dengan adanya larangan mudik dapat membendung masyarakat yang akan melakukan aktivitas mudik. Jika tidak dilarang mudik, akan ada perjalanan mudik 81 juta orang pada Idul Fitri tahun ini," ungkap Istiono dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat Jaya 2021 di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (5/5).

Berkat adanya pelarangan mudik, Istiono menyebut secara tidak langsung banyak masyarakat yang mengurungkan niatnya untuk pulang ke kampung halaman pada saat masa pandemi Covid-19. Meski begitu, dia menegaskan aparat gabungan harus melaksanakan penyekatan secara sungguh-sungguh karena masih ada sekitar 17,5 juta masyarakat yang mudik.

"Operasi Ketupat Jaya harus dilaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh oleh seluruh jajaran dalam menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi," tambah Istiono.

Istiono juga membeberkan jumlah personel yang akan diturunkan pada saat Operasi Ketupat Jaya 2021. Setidaknya, ada sebanyak 155 ribu personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait.

Angka tersebut terdiri atas 90.502 personel Polri dan 11.533 personel TNI serta 52.880 personel instansi terkait lainnya seperti Satpol PP, Dishub, Dinkes, Pramuka, Jasa Raharja dan lain-lain.

Lebih lanjut, personel tersebut akan ditempatkan pada 381 pos penyekatan, kemudian 1.536 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan Kamtibmas dan Kamtibselcarlantas. "Serta 596 pos pelayanan dan 180 pos terpadu untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, tempat wisata dan lain-lain," ujarnya.

Istiono juga memastikan seluruh aktivitas bus AKAP dan AKDP dihentikan selama pelarangan mudik lebaran yang dimulai pada 6-17 Mei 2021. Hanya, aktivitas bus AKAP dan AKDP hanya diperbolehkan di terminal Pulo Gebang dan Kalideres saja selama pelarangan mudik lebaran.

"AKAP dan AKDP semua dihentikan kecuali di Pulo Gebang dan Kalideres. Namun, untuk antarprovinsi wilayah di Jabodetabek tetap diizinkan," kata Istiono.

Dijelaskan Istiono, nantinya hanya ada 3.000 bus yang diperbolehkan beroperasi di seluruh Indonesia selama pelarangan mudik ini. Bus ini nantinya diberikan stiker penanda khusus.

Seluruh Indonesia bus yang kita berikan penandaan dengan stiker kita beri 3.000-an. Masih ada 3.000 bus yang akan melayani masyarakat di seluruh Indonesia. Kita harapkan penandaan ini mempermudah kepolisian untuk melakukan pengawasan," jelasnya.

Ia mengungkapkan bus ini bakal mengangkut penumpang yang masih diperbolehkan untuk melakukan perjalanan selama peniadaan mudik. Adapun persyaratan ini bakal diperiksa sebelum penumpang bus di terminal keberangkatan. "Ada beberapa orang masih diperbolehkan melakukan perjalanan selama peniadaan mudik. Ada pegawai negeri, TNI-Polri untuk keperluan tugas. Ada juga masyarakat untuk kepentingan ada kematian, sakit dan sebagainya, termasuk ibu hamil," ungkapnya.

Tak hanya itu, kata Istiono, Polri juga telah mengusulkan agar masyarakat yang memiliki kepentingan khusus untuk menjalankan pemeriksaan tes Swab antigen maupun tes Genose-C19. “Di sini dilakukan random tes kaitannya dengan Covid-19. Semua persyaratan dicapai, kemudian mereka baru bisa melakukan aktivitas,” katanya.

Terpisah, PT Jasa Marga memprediksi bakal terjadi peningkatan volume kendaraan di ruas tol Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) jelang larangan mudik lebaran yang berlaku mulai 6-17 Mei 2021. Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga, Atika Dara Prahita mengatakan, Jasa Marga memprediksi jumlah kendaraan keluar berjumlah 138.508.

Angka tersebut merupakan arus lalu lintas (lalin) dari beberapa Gerbang Tol (GT) Barrier/Utama, yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), dan GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Timur). "Kami juga memprediksi adanya peningkatan volume lalin pada masa pengetatan mudik yang jatuh pada hari Rabu, 5 Mei 2021, dengan jumlah 138.508 kendaraan yang meninggalkan Jabotabek," jelas Atika Dara dalam keterangannya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved