Berita Semarang

Dinas Perdagangan Kota Semarang Perketat Prokes di Pasar, Pembeli Tak Bermasker Tak Dilayani

Dinas Perdagangan Kota Semarang bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, dan Polrestabes Semarang monitoring kebutuhan pokok

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
istimewa
Dinas Perdagangan Kota Semarang bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, dan Polrestabes Semarang melakukan monitoring kebutuhan pokok sepekan menjelang Lebaran pasar tradisional, Rabu (5/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perdagangan Kota Semarang bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, dan Polrestabes Semarang melakukan monitoring kebutuhan pokok sepekan menjelang Lebaran di dua pasar tradisional yakni Pasar Jrakah dan Pasar Ngaliyan, Rabu (5/5/2021).

Di samping monitoring kebutuhan pokok, tim juga melakukan pengawasan protokol kesehatan di pasar tradisonal.

Pasalnya, pasar tradisional biasanya mulai ramai menjelang Lebaran.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta Sadman mengatakan, pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan di pasar tradisional akan lebih diperketat jelang Lebaran.

Baca juga: Baru Hitungan Jam Larangan Mudik, Polisi Tahan Truk Angkut Orang di Bak, Begini Alasan Sopir

Baca juga: Pria yang Mengaku Jenderal Ini Tunjukkan SIM Kekaisaran Sunda Nusantara saat Ditilang

Baca juga: Sidak Pusat Perbelanjaan Jelang Lebaran, Bupati Pati Minta Manajemen Atur Pengunjung Agar Tak

Baca juga: Ribuan Personil Berjaga di Perbatasan Bekasi Sejak Dini Hari Tadi, Kendaraan Umum Ditahan Sementara

Dia tidak ingin terdapat kerumunan yang tidak terkontrol di dalam pasar.

"Jelang lebaran, pengawasannya kami perketat. Kepala pasar (kapas) sudah kami arahkan untuk itu," papar Fravarta.

Dia meminta kapas mengingatkan pembeli mulai dari pintu masuk pasar agar mencuci tangan/menggunakan hand sanitizer, memakai masker, menjaga jarak saat berada di dalam pasar.

Peran aktif dari pedagang maupun pembeli juga diperlukan untuk saling mengingatkan apabila ada pengunjung pasar yang tidak memakai masker.

"Pembeli yang tidak pakai masker tidak usha dilayani. Kita harus saling mengingatkan," ujarnya.

Fravarta melanjutkan, pasar tradisional biasanya mengalami peningkatan pengunjung jelang Lebaran.

Namun hingga sepekan jelang lebaran, dia mengamati belum ada peningkatan yang tinggi.

Dia menduga, kebijakan larangan mudik mempengaruhi aktivitas pasar tradisional di Kota Semarang.

"Kami mengamati perkembangan selama beberapa minggu terakhir, peningaktannya tidak terlalu tinggi. Biasanya meningkat jelang lebaran karena banyak saudara yang mudik. Ini masih relatif karena orang yang berada di Semarang tidak bertambah," jelasnya.

Aktivitas pasar yang masih relatif normal, sambung dia, juga berpengaruh pada harga kebutuhan pokok.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved