Breaking News:

Berita Karanganyar

Tim Gabungan Sidak ke Pusat Perbelanjaan dan Rumah Makan Jelang Lebaran

Tim gabungan mengecek sejumlah pusat perbelajaan dan rumah makan di wilayah Karanganyar Kota,.

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Tim gabungan saat mengecek toko busana di wilayah Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Selasa (4/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Tim gabungan mengecek sejumlah pusat perbelajaan dan rumah makan di wilayah Karanganyar Kota, Selasa (4/5/2021) sore.

Usai menggelar apel di Kantor Satpol PP, tim gabungan dari DKK Karanganyar, BPBD, Disdagnakerkop UKM dan Dishub langsung mengadakan patroli di tiga lokasi. Meliputi toko busana, pusat perbelanjaan dan rumah makan.

Kasi Tribumtranmas Satpol PP Karanganyar, Sugimin menyampaikan, dari pengecekan di tiga lokasi masih ditemukan beberapa pelanggaran seperti krumunan, jarak kursi dan tukang parkir yang tidak menhenakan masker secara benar.

Bahkan saat menyambanhi rumah makan, tim meminta supaya pengelola mengurangi kapasitas tempat duduk yang semula berjumlah empat kursi menjadi tiga kursi supaya berjarak.

"Kalau memang besok masih melanggar akan kami panggil (ke Kantor Satpol PP)," katanya kepada Tribunjateng.com di sela sidak.

Tim juga meminta supaya di toko busana ada petugas yang mengontrol aktivitas selam beroprerasi. Sehingga kapasitas pengunjung di dalam toko dapat dikontrol, begitu juga fasilitas protokol kesehatan berupa hand sanitizer.

"Edukasi ini akan kami lakukan terus selama 20 hari kedepan," ucpanya.

Kabid Kesmas DKK Karanganyar, Nuk Suwarni menambahkan, sebenarnya secara umum kerumunan masih dapay terkendali karena jumlah pengunjung di tiga lokasi itu tidak begitu penuh.

"Cuma jaga jarak, karena tidak ada yang mengatur dan memantau," imbuhnya.

Selain ada petugas yang memantau dan mengontrol aktivitas di dalam toko maupun rumah makan, dia berharap, akses masuk toko juga dapat dipisah antara akses masuk dan keluar.

"Pemilik toko, warung memang harus bisa mengatur dan mengendalikan," jelasnya.

Lanjutnya, semua orang menginginkan aktivitas ekonomi tetap berjalan hanya saja protokol kesehatan harus tetap dilakukan selama operasional.

"Resiko lebih besar apabila tidak jaga jarak. Sebenarnya asal pakai masker kalau toko resikonya kecil. Tempat cuci tangan sudah tersedia," pungkasnya.

Menurutnya, adanya komunikasi antar pengunjung di dalam pusat perbelanjaan mungkin minim. Akan tetapi beda halnya di tempat makan. Apabila sudah selesai makan, diharapkan pengunjung tetap mengenakan masker ketika menjalani komunikasi. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved