Breaking News:

Berita Regional

Ahli Forensik Jelaskan Reaksi Tubuh saat Terpapar Racun Kalium Sianida dan Gejalanya

Lantas, bagaimana kalium sianida bisa membunuh manusia? Berikut penjelasan dokter forensik RSUD Moewardi dan RS UNS Surakarta, Novianto Adi Nugroho.

KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO
Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM - Sate beracun menewaskan bocah berusia 10 tahun, NFP asal Bantul, Yogyakarta.

Kalium sianida adalah racun yang ada dalam sate tersebut.

NFP tewas meski hanya mengonsumsi sedikit sate baracun tersebut.

Baca juga: Pemudik Nekat,Tabrak Polisi yang Menghentikannya hingga Terpental, Benar Saja Ada yang Tak Beres

Baca juga: Ada Luka di Organ Intim, Kematian HK di Dapur Rumah Jadi Misteri, Kapolres Kudus Ungkap Hasil Visum

Baca juga: Video Petugas Laborat RSUP Kariadi Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos

Baca juga: Penumpang Positif Covid-19 Naik Pesawat dari A Yani Semarang, 1 Orang yang Duduk Berdekatan Tertular

Dokter Forensik RSUD Moewardi dan RS UNS Surakarta, Novianto Adi Nugroho mengatakan, kalium sianida merupakan salah satu racun yang mematikan.

Lantas, bagaimana kalium sianida bisa membunuh manusia? Berikut penjelasannya.

Bagaimana Kalium Sianida dapat Membunuh Manusia

Novianto Adi Nugroho mengatakan, jika kalium sianida masuk ke dalam tubuh manusia, maka zat ini bisa mematikan sel dalam tubuh manusia.

Sel yang telah dimatikan itu akan menghambat suplai oksigen yang digunakan untuk mengaktivasi organ vital.

"Jika masuk ke dalam tubuh zat ini akan mematikan sel-sel dalam tubuh manusia. Dengan cara menghambat suplai oksigen yang digunakan sel-sel tersebut, untuk mengaktivasi organ vital," kata Novianto kepada Tribunnews.com, Selasa (4/5/2021).

Lebih lanjut Novianto menjelaskan, tanpa adanya oksigen, sel-sel mitokondira tidak bisa menghasilkan energi.

Halaman
123
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved