Breaking News:

Berita Kendal

12 RT di Kendal Masuk Zona Kuning Covid-19 Berikut Daftarnya

Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal mendata 12 RT kini masuk zona kuning Covid-19. Dengan itu, petugas kesehatan puskesmas menggencarkan tracing

Pemprov Jateng
Peta sebaran Covid-19 di Jawa Tengah berdasarkan Kabupaten/Kota, peta tersebut diunduh dari website corona.jatengprov.go.id, Senin (23/3/2020). Keterangan warna: Hijau: ODP, Kuning: PDP, dan Merah Positif Covid-19. 

Penulis: Saiful Masum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal mendata 12 RT kini masuk zona kuning Covid-19. Dengan itu, petugas kesehatan puskesmas menggencarkan tracing pendatang dari luar daerah atau kota dengan cara melakukan rapid antigen.

Kepala Dinkes Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, dua belas RT itu tersebar di Kecamatan Plantungan. Meliputi,  4 RT di Desa Telogo Payung, 6 RT di Desa Wonodadi, 1 RT di Desa Jurangagung, dan 1 RT di Desa Wadas.

Menurut Ferinando, masuknya zona kuning pada 12 RT ini menjadi perhatian khusus bagi para tenaga kesehatan puskesmas setempat. Pihaknya sudah memberikan 50 alat bantu rapid test antigen (reagen) pada masing-masing puskesmas agar bisa difungsikan untuk skrining Covid-19.

"Masing-masing puskesmas sudah kami droping alat tes rapid antigen sejumlah 50. Gunanya untuk tracing pendatang yang masuk ke desa," terangnya, Jumat (7/5/2021).

Ferinando menegaskan, banyaknya kasus di tingkat desa tidak bisa menentukan zona merah suatu daerah. Terdapat beberapa kriteria yang bisa menentukan zona Covid-19 suatu daerah, khususnya dalam lingkup RT atau pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro.

Menurutnya, setiap RT dikatakan zona kuning ketika ditemukan kasus positif Covid-19 di 2 rumah. Zona menjadi oranye ketika kasus terkonfirmasi positif bertambah menjadi 3-5 rumah. Sedangkan status zona merah ditetapkan setelah ditemukan kasus positif lebih dari 6 rumah.

"Untuk ukuran banyaknya kasus di suatu daerah tidak bisa menjadi patokan menentukan zona Covid-19. Misal suatu RT ada 50 orang dan terpapar Covid-19 8 orang dalam 1 rumah, ya tidak bisa disebut zona kuning atau merah. Kalau misal ada kasus di 6 rumah atau lebih, baru bisa dikatakan zona merah Covid-19," tuturnya.

Ia melanjutkan, mekanisme penanganan masyarakat di zona hijau, kuning, oranye, dan merah diserahkan kepada Satgas Covid-19 tingkat RT. Akan tetapi, Ferinando menjelaskan, pada zona hijau dan kuning aktifitas masyarakat masih stabil seperti biasanya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sedangkan pada zona oranye dan merah, aktifitas masyarakat di lingkup RT seharusnya mulai dibatasi. Bisa dalam bentuk penyekatan akses keluar masuk RT yang bersangkutan, hingga peniadaan ibadah di tempat umum. 

"Kalau misal ada zona oranye atau merah di sebuah RT, musal musala ditutup pun, yang tutup hanya musala RT itu saja. Masyarakatnya boleh dibatasi agar tidak ke RT sebelah sementara waktu. Nanti Satgas Desa yang mengaturnya," terang Ferinando. 

Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada RT di Kendal yang masuk zona oranye dan merah. Sehingga, rencana pengadaan salat Idulfitri di masjid atau musala diperbolehkan. Namun, dengan catatan tetap mematuhi prosedur pembatasan kapasitas maksimal 50 persen. 

"Jadi Kendal secara kabupaten saat ini berada di zona hijau. Kalau dilihat dari lingkup RT atas PPKM mikro, ada beberapa masuk zona kuning. Kasusnya pun kini cenderung menurun setelah sempat naik sedikit pada awal-awal Ramadan. Kalau zona kuning harus aktif melakukan tracing di sana," terangnya.

Terpisah, Sekda Kendal Moh Toha menambahkan, pada prinsipnya salat Id, kegiatan masyarakat, hingga buka bersama tidak dilarang, selagi mematuhi aturan yang berlaku. Seperti contoh, salat Id bisa dilakukan di zona hijau dan kuning, buka bersama dan kegiatan masyarakat dilakukan tidak lebih dari 5 orang dengan mematuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan, hingga menjaga jarak satu sama lain.

"Ya nanti kita lihat lebih lanjut perkembangan Covid-19 di Kendal. Kalau memungkinkan, ya semua bisa dilaksanakan. Termasuk kemarin ada larangan buka bersama dan halal bihalal, nanti kita sikapi bersama untuk kepentingan pencegahan Covid-19," terangnya. (Sam)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved