Breaking News:

Berita Blora

Lima Oknum Anggota Pemuda Pancasila di Blora Dikenakan Pasal Percobaan Pemerasan

Setiyanto mengatakan, jika terdapat warga yang mengalami kejadian serupa dia menyarankan agar melapor ke kepolisian

KOMPAS.COM/ tangkapan layar video dugaan aksi premanisme.
Sejumlah orang diduga melakukan aksi premanisme ke ibu pedagang di Pasar Jepon, Blora, Kamis (6/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Lima oknum anggota ormas Pemuda Pancasila di Blora terancam hukuman sembilan tahun penjara. Mereka dijerat pasal 365 juncto 53 KUHP subsider 368 juncto 53 KUHP.

“Dijerat percobaan curas dan atau percobaan pemerasan ancaman hukuman pasal 365 Jo 53 KUHP subsider 368 Jo 53 KUHP,” ujar Kasatreskri Polres Blora AKP Setiyanto kepada Tribunjateng.com, Senin (10/5/2021).

Kali pertama, kata Setiyanto, pihaknya menangkap empat oknum anggota ormas Pemuda Pancasila.

Baru belakangan satu oknum lainnya berhasil ditangkap. Kini kelimanya ditahan di Mapolre Blora.

Penangkapan yang pihaknya lakukan itu berangkat dari laporan warga yang merasa dirugikan dengan aksi dugaan premanisme di Pasar Jepon.

Saat kejadian, sempat ada yang mengabadikannya melalui video.

Di dalamnya merekam aksi keributan berikut suara histeris dari seorang perempuan.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar Pukul 06.30 WIB pada Kamis (6/5/2021).

Kata Setiyanto, informasi yang pihaknya terima para pelaku meminta uang Rp 1 juta.

Setiyanto mengatakan, jika terdapat warga yang mengalami kejadian serupa dia menyarankan agar melapor ke kepolisian.

“Jangan takut intimidasi, teknologi canggih, informasi cepat, (laporan) akan segera kami tindak,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Pemuda Pancasila Blora, Munaji, membenarkan bahwa empat orang yang diamankan oleh Polres Blora merupakan anggotanya.

Munaji mencoba meluruskan, bahwa kejadian tersebut tidak ada kaitannya dengan pedagang di Pasar Jepon.

Anggotanya hanya berusaha membantu sejumlah pedagang agar terhindar praktik utang dengan rentenir.

“Tidak ada kaitannya dengan warga Pasar Jepon, cuma ada warga Pasar Jepon banyak melapor ke kami kejahatan ekonomi itu, rentenir,” ujar Munaji. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved