Breaking News:

Ledakan Petasan di Kebumen Tewaskan 4 Orang Bikin Warga Trauma

Insiden ledakan petasan yang menewaskan 4 warga Desa Ngabean, Kecamatan Mirit Kebumen bukan hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga. 

Penulis: khoirul muzaki
Editor: Daniel Ari Purnomo
KOMPAS.COM/MOHAMAD IQBAL FAHMI
Tangkapan layar video tragedi ledakan petasan di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (12/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Insiden ledakan petasan yang menewaskan 4 warga Desa Ngabean, Kecamatan Mirit Kebumen bukan hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga. 

Masyarakat yang tinggal di sekitar tempat kejadian pun merasa trauma karena kejadian itu. Bagaimana tidak, ledakan itu terasa kuat. Dampaknya pun dahsyat. Warga melihat mayat bergelimpangan dengan kondisi tubuh hangus dan tidak utuh lagi.

Adapun korban luka pun sudah tak berdaya karena luka bakar hampir memenuhi sekujur tubuhnya. Darah berceceran di lokasi kejadian. Puing rumah yang hancur karena letusan berserakan.

Usai suara ledakan yang memekakkan telinga, tinggallah  jeritan dan tangis meronta orang-orang yang melihat anggota keluarganya tergeletak tak berdaya. 

Slamet Hadi Sutanto, Perangkat Desa Ngabean tak sedang di lokasi ketika insiden itu terjadi. Tapi dari kejauhan ia mendengar suara ledakan yang luar biasa. Suara ledakan mirip bom itu bahkan disebutnya terdengar hingga desa sebelah, sekitar 4 kilometer jauhnya. 

"Ledakannya sangat keras, terdengar hingga desa tetangga, " katanya, Jumat (14/5/2021) 

Slamet mengatakan, petasan itu sekiranya akan diledakkan usai Salat Idul Fitri,  sebagaimana kebiasaan selama ini. Ia mengakui kebiasaan sebagian pemuda menyalakan petasan saat Hari Besar Idul Fitri sulit dihilangkan. Meskipun larangan untuk membuat dan membunyikan petasan sudah ada. 

Kejadian tragis ini pun baru pertama kali terjadi. Peristiwa ini diakuinya menimbulkan trauma bagi warga sekitar. 

Ia berharap tragedi memilukan ini menjadi pelajaran bagi masyarakat, khususnya warga Ngabean agar tidak kejadian serupa tidak terulang. 

"Warga trauma. Gak usah main gitu (petasan)lagi, " katanya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved