Polisi Beberkan Hasil Periksa 16 Saksi Ledakan Petasan di Kebumen

Kasus ledakan petasan yang menewaskan 4 orang di Desa Ngabean Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi menunjukkan bukti-bukti penyelidikan meletusnya petasan yang menewaskan 4 orang di Kebumen, Jumat (14/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasus ledakan petasan yang menewaskan 4 orang di Desa Ngabean Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen pada, Rabu (12/5/2021), kini ditangani Polda Jawa Tengah. Sebanyak 16 orang saksi sudah menjalani pemeriksaan untuk mengggali keterangan-keterangan.

Selain 4 korban meninggal, ledakan petasan di sebuah rumah milik Untung itu juga menyebabkan 4 orang luka-luka. Tiga di antaranya sudah membaik, dan satu orang masih menjalani perawatan intensif.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, hasil penyidikan tim Inafis laboratorium forensik memastikan bahwa ledakan yang menewaskan 4 orang itu berasal dari bahan-bahan mercon atau petasan. Kasus tersebut masih terus didalami dan sudah dilakukan pemeriksaan 16 saksi. 

"Dari TKP kita kembangkan, sudah diperiksa 16 orang, kita telusuri dari mana bahan mercon itu berasal," terangnya sebagaimana rilis tertulis yang diterima tribunjateng.com, Jumat (14/5/2021).

Kapolda melanjutkan, dari hasil pemeriksaan terhadap seorang korban, bahan-bahan obat pembuat mercon didapatkan dari Pati yang dipesan secara online. Tim penyidik Polda Jateng pun sudah bergegas ke tempat tujuan Pati untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. 

Sementara hasil pemantauan di tempat kejadian perkara (TKP), Irjen Pol Ahmad Luthfi menyebut ada sekitar 400 selongsong mercon. Sementara kasus tersebut masih dalam pengembangan untuk mengetahui secara pasti asal mula kejadian tewasnya 4 orang itu terjadi.

"Karena pelaku atau korbanya (pembuat petasan) meninggal, jadi kita tidak tahu itu mau dijual atau mau kemana," tuturnya.

Kapolda menegaskan, sebelum kasus itu terjadi, Polres Kebumem telah melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) dan berhasil mengamankan sekitat 4 kwintal bahan mercon. Jajaran Polda Jateng pun telah memusnahkan 72.000 pieces bahan mercon.

"Ini akan kita kembangkan terus untuk jadi pembelajaran bahwa barang siapa yang menyimpan dan menguasai terkait bahan mercon, akan dikenai sanksi pidana UU Darurat No.12 Tahun 1951," jelas Kapolda.

Atas kejadian ini Kapolda Jateng menghimbau pada seluruh warga Jawa Tengah agar tidak main-main dengan petasan. Sebab, bisa menimbulkan kerugian yang tak sedikit bahkan bisa mengancam jiwa.

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved