Breaking News:

Berita Solo

Tahun Ini, Jumlah Kendaraan Keluar Masuk Solo Turun 21 Persen 

Larangan mudik pada Lebaran tahun ini berdampak pada penurunan jumlah kendaraan yang masuk dan keluar di Solo dibandingkan tahun sebelumnya. 

tribunjateng/cetak/antara
SEPANJANG 36 KILOMETER - Foto udara jalan Tol Solo-Kertosono (Soker) di Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (20/5). Jalan Tol Solo-Kertosono ruas Kartosuro-Sragen sepanjang 36 kilometer akan beroperasi jelang mudik Lebaran 2018 sedangkan seksi Sragen-Ngawi akan dibuka secara fungsional. 

Penulis: Muhammad Sholekan 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Larangan mudik pada Lebaran tahun ini berdampak pada penurunan jumlah kendaraan yang masuk dan keluar di Solo dibandingkan tahun sebelumnya. 

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo merilis, pada H-2 Lebaran pada Selasa (11/5/2021) malam, akumulasi kendaraan masuk dan keluar sejak H-7 atau Kamis (6/5/2021) turun 21,09 persen dibandingkan medio yang sama tahun lalu. 

Saat dikonfirmasi, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Ari Wibowo, mengatakan pada 2020 jumlah kendaraan keluar masuk pada 2020, mencapai 1.762.834 unit, sedangkan pada 2021 berjumlah 1.390.985 unit.

Baca juga: 144 Warga Rutan Solo Dapat Remisi Lebaran

Baca juga: Video Sholat Idulfitri di Masjid Al Hikmah Solo

Baca juga: Toleransi Umat Beragama, Gereja dan Masjid di Solo Ini Berdampingan

Baca juga: Video Hendak Balap Liar, Puluhan Remaja Solo dan Motornya Diamankan Polisi

“Terjadi penurunan sebanyak 371.849 unit,” ucapnya, Jumat (14/5/2021). 

Ari mengakui arus lalu lintas mulai mengalami kenaikan pada pekan sebelum dimulainya pembatasan. 

Dia menduga masyarakat banyak yang menyegerakan pulang, dilihat dari hitungan kendaraan keluar masuk pada 3-4 Mei lalu. 

Terkait kemacetan dalam kota, Ari menyebut di sekitaran pusat perbelanjaan, pasar, dan destinasi wisata seperti Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) dan Taman Balekambang. 

“Yang jelas mal dan pasar yang potensi padat lalulintas. Secara situasional beberapa tempat makan yang favorit. Food court dan drive thru juga antrean sampai ke jalan, sudah kami tegur kemarin,” jelasnya.

Baca juga: Puluhan Remaja Dorong Motor Sejauh 550 Meter ke Kantor Polresta Solo, 48 Motor Diamankan

Baca juga: 3 Bulan Jadi Walikota Solo Gibran Tak Pernah Ngecek Gaji: Habis untuk Beli Beras

Baca juga: Google Doodle Hari Ini Tampilkan Pelopor Batik Asal Solo K.R.T. Hardjonagoro

Menurutnya, titik rawan kepadatan lainnya adalah di Jalan Slamet Riyadi, Nonongan, dan Ngapeman. 

Di samping itu, Simpang Joglo juga padat karena angkutan barang tidak ada pelarangan. 

“Pada 2 tahun lalu sebelum Pandemi, justru angkutan barang tidak boleh, sekarang dibalik,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved