Berita Regional
Pemudik Ini Teriaki Polisi saat Diminta Putar Balik: Saya Tinggal Satu Kompleks sama Pak Bupati!
"Saya orang Cianjur asli, saya aja tinggalnya satu komplek sama pak Bupati," katanya dengan nada tinggi.
TRIBUNJATENG.COM, BOGOR - Ada saja pengendara yang ngeyel saat diminta petugas untuk putar balik di Simpang Gadog, kawasan jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Sabtu (15/5/2021).
Seorang pengendara bahkan berteriak karena menolak untuk memutar balik kendaraannya.
Pengendara itu mengaku sebagai tetangga bupati sambil menunjukkan KTP dari dalam mobil.
Baca juga: Iran Bantu Hamas Kembangkan Senjata Mematikan untuk Lawan Israel
Baca juga: Komentar Polos Keponakan Raffi Ahmad saat Tahu Nominal Uang THR dari Nagita Slavina
Baca juga: Video Penampakan Lokasi Perahu Terbalik di Waduk Kedungombo Boyolali
Baca juga: Setelah Raffi Ahmad Beli Klub Bola, Nagita Slavina Ingin Bangun Mall
Dikutip dari TribunnewsBogor, pengendara itu berteriak sambil mengendarai mobilnya untuk memutar balik
"Saya orang Cianjur asli, saya aja tinggalnya satu komplek sama pak Bupati," katanya dengan nada tinggi.
Diketahui, petugas gabungan sudah berjaga di Simpang Gadog sejak pagi hari.
Aturan putar balik selain pelat F untuk melintasi kawasan Puncak Bogor terkait dengan aturan masa larangan mudik yang berlaku pada 6-17 Mei 2021.
Kepala Satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Agus Ridho mengungkapkan sudah ada ribuan kendaraan yang diputar balikan
"Hari ini sudah ada ribuan soalnya tadi sekitar pukul 09.00 WIB ada sekitar 500 kendaraan flat B yang diputar Balik," ujarnya.
Agus juga mengungkapkan kendaraan yang boleh masuk ke kawasan puncak Bogor hanya kendaraan berpelat F, dengan syarat memiliki hasil swab tes antigen dan vaksinasi.
"Karena dengan surat tersebut bisa mengetahui apakah sedang sehat atau tidak sehat," ucap Agus.
Agus juga mengimbau agar masyarakat tetap di rumah, karena libur panjang ini yang rawan adalah minggu-minggu ini.
"Karena banyak sekali masyarakat yang memanfaatkan libur panjang ini ke lokasi-lokasi wisata. Nah ini bahayanya luar biasa karena tempat wisata itu banyak kolam renangnya tempat bermainnya, kemudian makanannya dan lain lainnya dan itu sangat sulit dikontrol," ujarnya.
Akibat aturan tersebut, sejumlah pengendara ada yang mengerti dan langsung memutar arah.
Namun, ada pula pengendara yang emosi dan berdebat dengan petugas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pelat-nomer-dari-luar-bogor-yang-akan-menuju-jalur-puncak-terpaksa-diputar-arah.jpg)