Berita Regional

5 Wisatawan Hilang saat Ingin Plesir Menggunakan Google Map ke Air Terjun Sibolangit

Google Map memang tidak serta merta bisa dijadikan acuan. Apalagi saat mengunjungi tempat terpencil yang susah sinyal.

Editor: rival al manaf
youtube
memakai Google Maps di motor 

TRIBUNJATENG.COM, MEDAN - Google Map memang tidak serta merta bisa dijadikan acuan.

Apalagi saat mengunjungi tempat terpencil yang susah sinyal.

Di kawasan pemandian Air Terjun Dua Warna di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Lima wisatawan dilaporkan hilang setelah berupaya memasuki kawasan mengandalkan Google Map.

Baca juga: Update Corona Wonosobo Hari Ini Minggu 16 Mei 2021: 5.568 Positif Covid, Jateng 192.306

Baca juga: Kapolda Jateng Perintahkan Tutup Wisata Waduk Kedung Ombo Mulai Hari Ini Juga

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 4 Halaman 1, 4, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 14  Sumber Energi Air & Listrik

Tim SAR Medan menerima laporan hilangnya wisatawan asal Medan tersebut pada Minggu (16/5/2021) dini hari, setelah keluarga salah satu wisatawan melaporkan kejadian itu.

Salah satu korban diketahui bernama Yansen (30), warga Jalan Kenanga Raya, Kecamatan Tanjung Sari, Kota Medan.

Sementara identitas empat rekannya sampai kini belum diketahui.

"Sesuai laporan yang masuk kepada kami, mereka hendak menuju pemandian Dwi Warna pada pukul 11.30 WIB. Saat itu kondisi hujan. Katanya untuk refreshing setelah ujian," kata Kepala Seksi Operasional Kantor SAR Medan, Zul Indra melalui pesan Whatsapp, Minggu.

Indra menyebut, Felix Kurniawan melaporkan bahwa adiknya Yansen bersama empat rekannya bergerak menuju kawasan pemandian Air Terjun Dua Warna pada Sabtu siang tanpa pemandu.

Mereka hanya bermodalkan aplikasi Google Maps.

Kemungkinan besar, aplikasi tersebut tak berfungsi normal karena kehilangan sinyal.

Para korban diduga tersesat dan tak tahu arah jalan untuk kembali.

Yansen sempat menghubungi orangtuanya di Medan. Namun beberapa jam kemudian hilang kontak. Pihak keluarga menduga para korban tersesat.

"Selanjutnya pelapor menanyakan masalah ini ke BPBD Deliserdang, kemudian disarankan menghubungi kantor SAR Medan untuk meminta bantuan SAR," ungkap Indra.

Minggu pukul 02.00 WIB, satu regu penyelamat dari Kantor SAR Medan bersiap menuju lokasi untuk operasi pencarian.

Baca juga: Kontak Senjata TNI Polri Vs Kelompok Teroris Lekagak Talenggen Papua Minggu Dini Hari, Dua Tewas

Baca juga: Pagi Tadi Ditemukan Satu Korban Perahu Terbalik di Waduk Kedung Ombo, Total 7 Meninggal

Baca juga: Terinspirasi RANS Cilegon FC, Baim Wong: Saya Mau Beli Sriwijaya FC Saya mau melawan Raffi Ahmad

"Bagi siapa saja yang sempat menjumpai mereka, mohon segera menghubungi kami atau pihak berwenang terdekat," ucap Indra.

Sebagai catatan, kawasan wisata Air Terjun Dua Warna, resmi ditutup sejak 2016 lalu usai banjir bandang menyapu puluhan wisatawan yang mengakibatkan mereka semua meninggal dunia.

Satu wisatawan asal Jerman juga ditemukan tewas tenggelam usai masuk diam-diam ke lokasi itu pada 2017.

Sampai saat ini, lokasi tersebut masih ditutup untuk umum karena rawan bencana. Wisatawan yang menuju ke sana diduga melewati jalur yang tidak dijaga petugas.

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved