Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Boyolali

BPBD Boyolali Evaluasi Pasca Kejadian Kapal Terbalik di Waduk Kedungombo 

Kepala Pelaksana Harian BPBD Boyolali lakukan evaluasi atas kejadian tergulingnya perahu di Kedungombo.

Tayang:
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: sujarwo
Istimewa
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Bambang Sinungharjo. 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI- Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Bambang Sinungharjo lakukan evaluasi atas kejadian tergulingnya perahu di Waduk Kedungombo

Saat ini, pihaknya telah melakukan evaluasi  bersama kepolisian, pemerintah kabupaten, dan TNI. 

"Wisata air ini akan ditertibkan. Unsur keselamatan pengunjung seperti penggunaan pelampung. Dan wisata tempat lain, penerapan protokol kesehatan terus diperketat," ungkapnya, Senin (17/5/2021). 

Seperti diberitakan, 9 korban perahu terbalik di Waduk Kedungombo akhirnya ditemukan. 

Dua korban terakhir berusia balita yakni Jalal (1,5) dan Niken Savitri (8). 

"Dengan ditemukannya dua korban ini, berakhirnya pencarian korban," jelasnya.

Sementara, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna berharap kejadian perahu terbalik di Wadung Kedungombo diharapkan tidak terulang kembali.

"Kami berharap tidak terulang kembali. Dan ini harus menjadi perhatian di tempat wisata mana saja," jelasnya saat dikonfirmasi. 

Selain itu, Iskandar menjelaskan, masyarakat perlu menjaga protokol kesehatan di tempat wisata. 

Pasalnya, wisatawan di lokasi Kedungombo tampak pengunjung yang melebihi kapasitas. 

Dan timbulah kerumunan pengunjung. Belum lagi, terlihat tidak menggunakan masker. 

"Jika lokasi wisata sudah penuh, kami berharap supaya tidak melakukan wisata di tempat tersebut," jelasnya. 

Hal itu bertujuan, untuk menghindari terjadinya penyebaran virus Covid-19 selama masa pandemi belum selesai.

Kemudian, lanjut Iskandar, terkait dengan wisata air maka perlu dilihat oleh pengunjung yakni kapasistas di lokasi wisata air itu. 

Seperti halnya perahu seharusnya mampu menampung 12 orang maka jangan menambah jumlah penumpang. 

"Perhatikan jika itu perahu ataupun kapal tidak memiliki pelampung untuk penumpang, lebih baik tidak usah naik," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved