Breaking News:

Berita Boyolali

Rumput Kerap Tertutup Abu Vulkanik, BEM FMIPA Unnes Bantu Warga Sangup Buat Pakan Ternak Alternatif

Desa Sangup terletak di Kecamatan Musuk, Boyolali, Jawa Tengah. Saat terjadinya erupsi gunung merapi pada 2010, desa ini juga terdampak erupsi.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
Dokumentasi BEM FMIPA Unnes
BEM FMIPA Unnes memeragakan pembuatan pelet menggunakan mesin pembuat pelet sebagai bagian dari aplikasi teknologi tepat guna. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Desa Sangup terletak di Kecamatan Musuk, Boyolali, Jawa Tengah. Saat terjadinya erupsi gunung merapi pada 2010, desa ini juga terdampak erupsi.

Selain sebagai petani, beberapa warga Desa Sangup memelihara hewan ternak, di antaranya sapi, kambing, dan burung puyuh.

Namun, karena adanya hujan abu vulkanik erupsi Merapi yang telah beberapa kali mengguyur desa ini, warga sekitar susah mencari rumput untuk pakan ternaknya karena tertutup abu vulkanik.

Adanya krisis pakan ternak ketika terjadi erupsi Merapi, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang (BEM FMIPA Unnes) berinisiatif mengusung program pemberdayaan pembuatan pakan ternak melalui penerapan teknologi tepat guna.

Baca juga: Pulihkan Ekonomi saat Pandemi, Mahasiswa KKN UNS Bantu Warga Kampung Batik Semarang Bikin Website

Baca juga: Ribut dengan Penumpang Lain, Pria Ini Pilih Lompat Ke Laut, Ditemukan Tewas 3 Hari Berikutnya

Baca juga: Wisata Watu Lempit Girikusumo Mranggen Demak, Sensasi Bermain Air Sungai di Sela-sela Bebatuan

Pakan ternak yang dihasilkan tersebut tidak hanya untuk persediaan saja, tetapi dapat digunakan sebagai produk bernilai ekonomi.

"Tujuan dari program ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang ada di Desa Sangup. Kemudian, untuk memberikan manfaat dalam bidang sosial ekonomi," kata Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FMIPA, Dr Parmin, dalam keterangan tertulis, Minggu (19/9/2021).

Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) BEM FMIPA Unnes dinisiasi 15  mahasiswa dan 1 dosen pendamping, bersama dengan Kelompok Tani Mudi Makmur desa Sangup praktik pembuatan pakan ternak alternatif berupa pelet.

Bahan pokok yang digunakan dalam pembuatan pelet tersebut ialah 95 persen Hijauan Pakan Ternak (HPT).

Pemilihan bahan dasar tersebut disesuaikan dengan ketersediaan sumber daya alam yang ada di desa, sehingga dapat meminimalisir biaya yang diperlukan.

"HPT berupa rerumputan yang telah dicacah dicampurkan dengan bahan tambahan berupa cairan seperti vitamin, ragi, dan probiotik sebanyak 2 persen," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved