Breaking News:

Berita Sragen

Kisah Horor Relawan Pemakaman Covid di Sragen Kaget Lihat Bambu Pembawa Jenazah Gerak-gerak Sendiri

Menjadi relawan pemakaman Covid-19 memang tidak mudah, tidak hanya tenaga namun juga pikiran hingga waktu.

Istimewa/PMI Sragen
Relawan Gabungan Pemakaman Covid-19 Sragen ketika melakukan pemakanan jenazah Covid-19 

Penulis : Mahfira Putri Maulani

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Menjadi relawan pemakaman Covid-19 memang tidak mudah, tidak hanya tenaga namun juga pikiran hingga waktu. Terlebih ketika harus bertugas ketika di momen Lebaran.

Para relawan harus pintar-pintar menjelaskan kepada keluarga dan orang-orang terdekat, ketika mereka harus tiba-tiba pergi untuk melakukan pemakaman Covid-19.

Berbagai pengalaman telah dialami para relawan karena waktu pemakaman kadang pagi, siang bahkan dini hari atau menjelang waktu sahur.

Bahkan ada pengalaman yang di pengalaman di luar penalaran manusia, seperti dialami relawan ini.

Pengalaman itu terjadi saat  pemakaman pada malam hari, kadang membuat merinding para relawan.

Seperti bambu yang digunakan untuk pemakaman bergerak sendiri.

"Pengalaman ketika malam hari pernah ada bambu yang biasa digunakan untuk mengangkat peti berbunyi glodak-glodak seperti ada yang menggerakan," kata Anung Sukiantoro, relawan dari SAR MTA.

Suara tersebut lantas tak membuatnya dan para relawan lari terbirit-birit ketakutan. Mereka justru menghiraukan dan melanjutkan prosesi pemakaman.

Seperti yang dirasakan, Edi Bagus Pragiyanto. Dia mengaku di hari kedua Lebaran kemarin melakukan dua pemakaman Jenazah Covid-19 di tempat yang berbeda.

Halaman
123
Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved