Berita Regional
Ada Apa, Banyak Orang Memilih Melaksanakan Pernikahan di Bulan Syawal
Pilihan menikah di bulan Syawal, hal itu merupakan bentuk dari menjalankan sunnah dari Rasulullah. Beliau menikah dengan Aisyah pada Bulan Syawal
Penulis: - | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tiba bulan Syawal, seringkali kita mendapat undangan pernikahan dari teman, saudara, atau tetangga. Kenapa banyak yang memilih bulan Syawal sebagai waktu pernikahan mereka?
Menikah dalam agama Islam merupakan suatu bagian dari penyempurnaan agama dan iman.
Menurut istilah, menikah merupakan suatu ikatan lahir dan batin antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bukan muhrim sebagai suami istri dengan tujuan membina suatu rumah tangga yang bahagia berdasar tuntunan Tuhan.
Dalam realita di masyarakat, banyak orang memilih melaksanakan pernikahan di bulan Syawal, bulan setelah Ramadhan dalam kalender Islam.
Lantas bagaimana hal itu dilihat dari perspektif Islam?
Pejabat Penyuluh Agama Islam Kemenag Surakarta, Mufti Addin menerangkan, sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai menikah di bulan tertentu.
Karena pada dasarnya semua hari dan bulan adalah baik disisi Allah.
"Tidak ada ketentuan harus kapan untuk menikah karena semua bulan semua hari adalah baik disisi Allah," kata dia saat berbincang di program Tribunnews On Cam.
Terkait dengan pilihan menikah di bulan Syawal, hal itu merupakan bentuk dari menjalankan sunnah dari Rasulullah.
Sebab dahulu Rasulullah saat menikahi Sayyidah Aisyah juga pada Bulan Syawal.
Bukan tanpa alasan Rasulullah memilih bulan Syawal sebagai waktu untuk menikah.
Baca juga: Ini 5 Negara yang Menjadi Lawan Timnas Indonesia di UEA
Baca juga: Hingga Lebaran, Pengirim Sate Beracun di Bantul Belum Dikunjungi Keluarga
Ia menjelasakan, pada zaman jahiliah dulu, orang Quraish Arab memiliki keyakinan bahwa menikah di bulan Syawal adalah suatu pantangan.
"Pada masa itu (jahiliah), orang Quraish Arab memiliki keyakinan bahwa menikah di bulan Syawal itu tanda kesialan. Tidak hanya menikah, bahkan berhubungan suami istri di bulan syawal itu sesuatu yang tabu bagi masyarakat Quraish jahiliah jaman dulu," kata dia.
Rasulullah menampik anggapan tersebut dan justru memilih menikah dengan Aisyah pada Bulan Syawal.
"Oleh karena itu, Rasulullah sengaja memilih bulan Syawal untuk menikah dengan Aisyah dan ingin menampik anggapan orang jahiliah quraish jaman dulu," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/lelaki-kembar-menikah-dengan-perempaun-kemba.jpg)