Breaking News:

Forkom IJK Jateng Borong Produk UMKM, Total Transaksi 1,8 Miliar

orum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FORKOM IJK) Jawa Tengah memborong produk UMKM senilai Rp 1,8 Miliar.

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Kegiatan Halal Bihalal FORKOM IJK Jawa Tengah 1442 H secara daring, Selasa, (18/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Selama bulan Ramadan 2021, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FORKOM IJK) Jawa Tengah telah melakukan aksi nyata dalam membantu UMKM dengan menginisiasi Gerakan Belanja Produk UMKM.

Total transaksi tercatat sebanyak 3.752 paket senilai lebih dari Rp 1,8 miliar. 

FORKOM IJK Jawa Tengah juga melakukan aksi sosial dengan program wakaf Rumah Tahfizd yang sampai dengan saat ini telah terkumpul dana sebesar Rp 127 juta.

Adapun dana wakaf tersebut akan digunakan untuk membangun rumah tahfidz Rijalul Quran di Mijen, Kota Semarang.

Hal ini disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Aman Santosa, dalam acara daring Halal Bihalal FORKOM IJK Jawa Tengah 1442 H, Selasa, (18/5/2021). 

Aman menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan memberikan tambahan motivasi dan mempererat sinergi industri jasa keuangan dalam menghadapi tantangan pemulihan ekonomi di Jawa Tengah

Di forum yang sama, Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyampaikan terima kasih kepada FORKOM IJK Jawa Tengah yang telah bersinergi dengan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota di Jawa Tengah, memborong produk-produk UMKM

“Dari semua yang ada, pandemi covid-19 tetap menjadi tantangan utama untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi.

Namun kita harus optimis untuk menghadapi tantangan bersama yaitu dengan mencapai pertumbuhan ekonomi 7 persen di akhir tahun 2021, ini diperlukan sinergi yang baik antara Pemerintah Daerah dengan OJK dan pelaku Industri Jasa Keuangan di Jawa Tengah,” ucap Ganjar. 

Sementara Ketua Komisi XI DPR RI, Dito Ganinduto menegaskan bahwa untuk mempercepat pemulihan ekonomi maka porsi kredit UMKM perlu ditingkatkan porsinya karena saat ini masih berkisar di angka 18 persen dari total kredit secara nasional.

Bunga KUR yang saat ini masih sebesar 6 persen perlu diturunkan.

Dito berharap agar OJK dan Pemerintah Daerah dapat mengawal kebijakan pemulihan ekonomi Pemerintah Pusat.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved