Breaking News:

Berita Grobogan

Bea Cukai Semarang Sita 608.000 Batang Rokok Ilegal di Grobogan

Bea Cukai Semarang berhasil mengamankan ratusan slof rokok ilegal siap edar.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Bea Cukai Semarang berhasil mengamankan ratusan slof rokok ilegal siap edar di daerah Grobogan. Barang penindakan sudah diamankan di kantor Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A (KPPBC TMP A) Semarang.   

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bea Cukai Semarang berhasil mengamankan ratusan slof rokok ilegal siap edar.

Rokok tersebut berada di  RT 6 RW 3 Dusun Cumpleng, Kecamatan Purwodadi Grobogan

Tim Bea Cukai lantas bersinergi bersama Polsek Purwodadi, Pomdam IV Dipenegoro dan Satpol PP Grobogan  untuk mengungkap kegiatan mencurigakan yang diduga pengangkutan rokok illegal.

"KPPBC TMP A Semarang tetap fokus menggempur rokok ilegal sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian terhadap APBN," papar Kepala KPPBC TMP A Semarang, Sucipto seperti keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (20/5/2021).

Sucipto mengatakan,  keberhasilan penindakan ini berawal dari informasi intelijen.

Informasi tersebut ada pengiriman rokok ilegal dengan sarana pengangkut berupa mobil  Avanza pelat K1247YP, Rabu (19/5/2021).

Berdasarkan informasi tersebut, lanjut dia, pihaknya segera melakukan pengamatan terhadap target dengan ciri-ciri sesuai informasi. 

Tim melihat kegiatan pemuatan oleh dua orang laki-laki terhadap karton bewarna coklat yang diduga merupakan rokok ilegal di rumah tinggal sekira pukul 11.00 WIB. 

Tim memperkenalkan diri dari Bea dan Cukai dan meminta izin untuk melakukan pemeriksaan terhadap barang yang dimuat.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan yang disaksikan tersangka, tim mendapati paket kiriman berupa 608.000 batang rokok merk Bold tanpa dilekati pita cukai," bebernya. 

Hasil penindakan ini diduga melanggar Pasal 54 dan Pasal 56 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007.

Nilai barang hasil penindakan tersebut diperkirakan sebesar Rp620  juta sehingga potensi kerugian negara yang berhasil diamankan mencapai Rp407 juta. 

"Barang bukti dan tersangka dilimpahkan kepada unit penyidikan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar dia. (Iwn)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved