Breaking News:

Komunitas Pecinta Damai Sumbang Ayam Jago, Minta Polres Blora Tuntaskan Premanisme

Sejumlah orang yang tergabung dalam Komunitas Cinta Damai menuntut agar Polres Blora mengusut tuntas aksi premanisme.

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Perwakilan peserta aksi menyerahkan ayam jago kepada Wakapolres Blora Kompol Rubiyanto sebagai bentuk dukungan atas pengusutan kasus premanisme di Blora 

Penulis: Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Sejumlah orang yang tergabung dalam Komunitas Cinta Damai menuntut agar Polres Blora mengusut tuntas aksi premanisme. Termasuk aksi premanisme yang terjadi beberapa waktu lalu di Pasar Jepon yang menyisakan satu pelaku yang belum tertangkap.

Aksi tersebut dimulai dari Alun-alun Blora menuju Mapolres, kemudian Kejaksaan, dan terakhir di kantor Pemkab Blora.

Dalam aksi tersebut, peserta terdiri atas puluhan orang. Mereka berasal dari elemen pedagang, pengrajin akar jati, dan tukang ukir.

Koordinator aksi tersebut, Agus Jumantoro, mengatakan, aksi tolak premanisme dilakukan menyusul munculnya keresahan masyarakat atas timbulnya aksi premanisme yang terjadi di Kabupaten Blora. Satu di antaranya yang dilakukan oleh oknum ormas yang saat ini kasusnya sedang ditangani oleh Polres Blora.

Mereka menyampaikan dukungan kepada aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut. Peserta aksi menyerahkan ayam jago kepada petugas kepolisian sebagai simbol dukungan.

Dalam aksi tersebut juga disampaikan beberapa tuntutan. Isinya yakni agar Polres Blora segera menangkap Lasno alias Ceplik. Dia merupakan satu di antara pelaku tindak pidana premanisme di Pasar Jepon yang belum tertangkap. Kemudian mereka juga menuntut agar aparat mengusut tuntas aksi premanisme hingga ke akar akarnya.

"Kami mohon agar kasus aksi premanisme di Blora diusut tuntas," kata Agus.

Kemudian salah seorang peserta aksi, Yuli Abdul Hakim, juga menyampaikan adanya intimidasi menjurus ke aksi premanisme yang dilakukan kepada pengrajin akar jati dan juga tukang ukir di Kabupaten Blora oleh oknum salah satu ormas di Blora yang meresahkan.

Menyikapi hal tersebut, Wakapolres Blora Kompol Rubiyanto menegaskan, tidak ada ruang bagi aksi premanisme di Kabupaten Blora.

"Kami akan menindak dan mengusut tuntas, tentang Ceplik, saat ini statusnya adalah DPO dan jajaran Polres Blora masih memburunya," kata Rubiyanto.

Rubiyanto berpesan kepada masyarakat, jika terjadi tindak pidana premanisme silakan segera dilaporkan ke Polsek terdekat, jika memang cukup bukti pasti akan ditindak sesuai dengan hukum.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved