Breaking News:

Berita Kendal

Syawalan, Ribuan Warga Padati Komplek Makam Para Ulama di Bukit Jabal Protomulyo Kaliwungu

Ribuan warga dari berbagai daerah memadati komplek makam para ulama di Bukit Jabal, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal.

Penulis: Saiful Masum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Ribuan warga dari berbagai daerah memadati komplek makam para ulama di Bukit Jabal, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal saat puncak syawalan, Kamis (20/5/2021).

Antusias pengunjung tak terbendung dalam rangka berziarah di hari ke-8 Syawal meskipun dalam suasana pandemi Covid-19.

Guna mengantisipasi terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19, Pemerintah Desa setempat telah membentuk tim Satgas khusus yang ditempatkan di komplek Bukit Jabal. Mereka disebar di beberapa titik untuk mengawasi dan mengingatkan pengunjung agar tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Kepala Desa Protomulyo, Jumarno mengatakan, setiap komplek makam disiagakan minimal 3 tim Satgas untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan para pengunjung. Pengunjung wajib memakai masker, cek suhu tubuh dan mencuci tangan sebelum masuk komplek permakaman.

Selain itu, kata Jumarno, tim Satgas juga berkewajiban membatasi pengunjung di setiap komplek makam. Maksimal 50 orang setiap sesi agar tidak terjadi kepadatan di dalam komplek.

Pengunjung harus bersedia antre di depan komplek permakaman manakala terjadi kepadatan di dalam komplek.

Baca juga: DPRD Kota Semarang Nilai Progress Normalisasi Sungai Beringin Sesuai Jadwal

Baca juga: Energi Berbagi, Kilang Pertamina Cilacap Salurkan 23 Ribu Paket Takjil selama Ramadhan 1442 H

Baca juga: Lansia dan Guru Masih Jadi Prioritas Vaksinasi di Blora

Baca juga: Pemotor Vario H 5243 PS Meninggal Kecelakaan Tabrak Bokong Truk di Dekat UIN Semarang

"Kami Satgas Desa telah menyiapkan segala sesuatunya untuk mendukung penerapan protokol kesehatannya. Kemarin Polres sudah tinjau kesiapannya. Dan kita antisipasi betul agar tradisi ziarah syawalan ini tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19," terangnya.

Dalam tradisi syawalan di komplek Bukit Jabal ini, pengunjung dapat berziarah di beberapa komplek makam ulama. Seperti makam Sunan Katong, Kiyai Asy'ari dan beberapa makam ulama lainnya.

Selain membatasi jumlah pengunjung, tim Satgas juga membatasi pedagang yang berjualan di dalam komplek Bukit Jabal. Mayoritas pedagang yang bisa berjualan hanyalah pedagang dari wilayah Kaliwungu saja. Sehingga tercipta jarak antar pedagang.

Seorang pengunjung, Nur Jannah mengatakan, ia datang bersama rombongan sejak pagi untuk berziarah. Tujuannya, mengisi momen syawalan dengan nguri-uri budaya keagamaan untuk mendoakan para ulama yang telah wafat.

"Kami memang sengaja datang lebih awal untuk menghindari kerumunan, karena semakin siang biasanya semakin padat orang," ujarnya.

Pengunjung lain, M Ahmad mengaku bersyukur karena tradisi ziarah saat syawalan di Kaliwungu masih diperbolehkan. Ia berharap semua pengunjung tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan agar tidak menimbulkan hal-hal yang dapat merugikan semua orang.

Baca juga: Deretan Kekejaman Pengacara Fairus kepada ART di Rumahnya, Akhirnya Mengaku di Depan Polisi

Baca juga: Komunitas Pecinta Damai Sumbang Ayam Jago, Minta Polres Blora Tuntaskan Premanisme

Baca juga: Info Biro Jasa Bangunan, Arsitek, Sedot WC, Laundry, Servis di Semarang, Kamis 20 Mei 2021

"Yang penting semua harus sadar diri, harus saling jaga satu sama lain agar tetap berjalan dengan lancar," tuturnya. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved