Breaking News:

Pamsimas Desa Krendowahono Gak Lancar Selama Lebaran: Mending Ajukan Bantuan

Kerusakan Pamsimas yang berada di Dusun Ngrawan Desa Krendowahono pasca lebaran membuat pasokan air bagi warga sekitar terganggu.

ISTIMEWA
BPDB Karanganyar kirim truk tangki di Dusun Ngrawan Desa Krendowahono Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar. 

Penulis: Agus Iswadi.

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar menyarankan kepada Pemerintah Desa Krendowahono Kecamatan Gondangrejo untuk mengajukan bantuan kepada Bupati guna atasi permasalahan pasokan air bagi masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjateng.com, kerusakan Pamsimas yang berada di Dusun Ngrawan Desa Krendowahono pasca lebaran membuat pasokan air bagi warga sekitar terganggu. 

Adanya pergerakan tanah membuat pipa saluran rusak dan pasokan air sumur dalam menjadi terganggu. Pihak desa sempat memperbaiki pipa itu sejak mengalami kerusakan pasca lebaran 2021. Akan tetapi pipa itu kembali rusak pada Minggu kemarin. 

Pelaksana Seksi Kedaruratan BPBD Karanganyar, Tri Waluyo menyampaikan, ada 40 KK atau 150 jiwa di satu RT yang mengalami kendala terkait kebutuhan air bersih. BPBD Karanganyar telah mengirimkan dua truk tangki dengan kapasitas masing-masing 7.000 liter ke wilayah tersebut. 

"Kerusakan disebabkan ada pergeseran tanah, saluran pipa rusak. Sehingga air tidak sampai dusun tersebut," katanya kepada Tribunjateng.com, Selasa (25/5/2021). 

Hingga saat ini sudah ada dua tandon air yang disediakan di wilayah tersebut untuk menampung pasokan air dari BPBD Karanganyar

Kalakhar BPBD Karanganyar, Sundoro Budi Karyanto menyarankan kepada pemerintah desa setempat supaya mengajukan permohonan bantuan kepada Bupati Karanganyar

"Kalau bupati desposisi, sesuai bidang tugas bantuan itu apakah disalurkan melalui Baznas atau PDAM. Kewenangan kami memberikan rekomendasi karena situasi kedaruratan dan butuh pasokan air," ucapnya. 

Dia menuturkan, bantuan itu nanti apabila disetujui bisa berupa pipanisasi atau pengadaan sumur bor. 

"Pantauan kami, sumber air minim. Kalaupun disedot belum tentu keluar air, kadang airnya asin. Sumur bor yang cadangan air masih banyak terpengaruh pergerakan lapisan tanah sehingga rusak," imbuhnya.

Penulis: Agus Iswadi
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved