Konflik Palestina
FAKC Koordinasikan Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina
Forum Alumni Kelompok Cipayung (FAKC) akan menghimpun dan mengkoordinasikan bantuan kemanusiaan.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Forum Alumni Kelompok Cipayung (FAKC) akan menghimpun dan mengkoordinasikan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina yang menjadi korban konflik bersenjata antara Israel dan Hamas saat ini.
Demikian salah satu keputusan pertemuan webinar bertema "Silahturahmi Kebangsaan dan Koordinasi Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina" yang diselenggarakan bersama oleh FAKC di KAHMI Center, Jakarta, Rabu (26/05/2021).
Seluruh peserta webinar sepakat bahwa aksi penggalangan bantuan untuk rakyat Palestina murni berdasarkan prinsip kemanusiaan, bukan berdasarkan sentimen keagamaan.
Baca juga: Pelatih Thailand Menebar Psywar ke Timnas Indonesia, UEA Akan Jadi Medan Perang Garuda Vs Gajah
Baca juga: Pria Viral Todongkan Pedang ke Kurir COD Merengek Minta Mediasi, SiCepat Tempuh Jalur Hukum
Baca juga: Daftar Harga Paket Data 5G Telkomsel, Paket Early Bird Rp 26 Ribu Dapat 126 GB
Baca juga: Katalog Promo JSM Alfamart Akhir Pekan Ini Hingga Tanggal 31 Mei
Ahmad Basarah yang juga wakil ketua MPR RI, menandaskan bahwa keberpihakan Indonesia terhadap "Palestina Merdeka" telah menjadi bagian dari sejarah yang secara konsisten diperjuangkan terus oleh ketujuh Presiden Indonesia mulai dari Ir Soekarno sampai Joko Widodo.
Basarah menegaskan bahwa bagi Indonesia, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina adalah perintah kostitusi yang secara jelas tertuang di dalam alinea pertama pembukaan UUD 45:
"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan."
Sementara Ketua Forkoma PMKRI Hermawi Taslim mengatakan pentingnya gencatan senjata permanen agar tidak ada lagi korban jiwa khususnya di kalangan perempuan dan anak-anak yang tidak berdosa.
Taslim menekankan perlunya semua pihak untuk kembali ke semangat Pakta Perdamaian Oslo yang telah ditandatangani tanggal 20 Agustus 1993 di depan Presiden Palestina Yaser Arafat dan PM Israel Yitzak Rabin tentang peta jalan baru perdamaian dengan prinsip dua negara Palestina dan Israel.
Baca juga: Kode Redeem FF Terbaru dan Belum Digunakan Hari Ini Rabu 28 Mei 2021
Baca juga: WSL Semarang Tawarkan Konsep Integrated System Atasi Persoalan Sampah
Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Jumat 28 Mei 2021, Aquarius Nikmati Perasaan yang Muncul Perlahan
“Semangat dua negara ini penting sebagai pintu masuk perundingan , saling mengakui keberadaan masing-masing sebagai negara merdeka,” jelasnya.
Dan lebih penting lagi, lanjut Taslim, Pakta Perdamaian Oslo itu juga sudah diratifikasi oleh Amerika Serikat sebagai salah satu aktor kunci dalam upaya perdamaian tersebut.
Taslim melihat prospek perdamaian ke depan akan lebih terbuka terutama setelah beberapa negara lain ikut memberi dukungan terhadap Pakta Perdamaian Oslo seperti Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Maroko. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bantuan-kemanusiaan-untuk-palestina.jpg)