Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pertamina Cilacap

Profil Mitra Binaan Kilang Pertamina Cilacap: Getuk Nylekitho, Setia Menjaga Warisan Rasa

Wadah besar berisi singkong rebusan itu baru saja diangkat oleh Suwaryan, lalu dipindahkan ke dalam wadah lain untuk ditumbuk (dihancurkan).

Editor: abduh imanulhaq
IST
Bariyah pengusaha getuk singkong merk ‘Nylekitho’ di Jalan Wahidin, Gang Buntu, Kelurahan Sidakaya, Kecamatan Cilacap Selatan. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP – Wadah besar berisi singkong rebusan itu baru saja diangkat oleh Suwaryan, lalu dipindahkan ke dalam wadah lain untuk ditumbuk (dihancurkan).

Seraya menambahkan gula pasir secukupnya, pria yang akrab disapa Waryan itu dengan cekatan menumbuk singkong sampai hancur.

“Jangan terlalu lembut, agar tekstur singkongnya masih berasa,” kata Bariyah, istrinya.

Di bagian lain, Bariyah tak kalah sibuk memarut kelapa hingga menjadi ampas.

Ampas ini kemudian diberi garam secukupnya hingga tercampur rata.

“Ampas ini sebagai taburan di atas singkong yang sudah menjadi gethuk itu tadi. Jangan lupa menikmati getuknya ditemani secangkir teh atau kopi, biar rasanya lebih mantap,” tambahnya.

Begitulah rutinitas keseharian di rumah pasangan suami istri pengusaha getuk singkong merk ‘Nylekitho’ di Jalan Wahidin, Gang Buntu, Kelurahan Sidakaya, Kecamatan Cilacap Selatan.

“Saya meneruskan usaha Mbah Sawinem, nenek saya sejak 1980. Eman-eman (sayang) kalau tidak dilanjutkan karena sudah banyak pelanggannya,” ujar Bariyah membuka cerita.

Lanjut Bariyah, gethuknya memiliki cita rasa khas pedesaan yang menjadi daya tarik para konsumen.

Mbah Sawinem awalnya berjualan di lapak jajanan di area Pasar Buntu, Kabupaten Banyumas.

“Dagangannya nyaris tidak pernah sepi. Waktu itu tidak hanya gethuk, namun juga jajanan tradisional lain seperti cethil, gatot, klepon, sawud, cingkik, kepok, mata roda dan lain-lain,” ungkapnya.

Selanjutnya pada 2018 dengan dukungan penuh dari suami, Bariyah mantap melanjutkan usaha sang nenek. Ia memilih produk gethuk tumbuk berbahan dasar singkong yang dipatenkan dengan merk khas jajanan Banyumas, ‘Nylekitho’.

“Saya buat kemasan dan label yang menarik, sehingga merasa lebih optimis dan percaya diri. Untuk menjaga rasa, produksi gethuk tetap dilakukan manual,” tegasnya.

Bariyah lalu memberanikan diri berjualan di pasar kuliner Cilacap, Cia-cia, dan membuka kios di ajang Sunday Morning stadion Wijayakusuma Cilacap.

Tak lama berselang ia juga membuka satu lapak di area food court sebuah supermarket ternama di Cilacap.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved