Breaking News:

Pertamina Cilacap

Profil Mitra Binaan Kilang Pertamina Cilacap: Getuk Nylekitho, Setia Menjaga Warisan Rasa

Wadah besar berisi singkong rebusan itu baru saja diangkat oleh Suwaryan, lalu dipindahkan ke dalam wadah lain untuk ditumbuk (dihancurkan).

Editor: abduh imanulhaq
IST
Bariyah pengusaha getuk singkong merk ‘Nylekitho’ di Jalan Wahidin, Gang Buntu, Kelurahan Sidakaya, Kecamatan Cilacap Selatan. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP – Wadah besar berisi singkong rebusan itu baru saja diangkat oleh Suwaryan, lalu dipindahkan ke dalam wadah lain untuk ditumbuk (dihancurkan).

Seraya menambahkan gula pasir secukupnya, pria yang akrab disapa Waryan itu dengan cekatan menumbuk singkong sampai hancur.

“Jangan terlalu lembut, agar tekstur singkongnya masih berasa,” kata Bariyah, istrinya.

Di bagian lain, Bariyah tak kalah sibuk memarut kelapa hingga menjadi ampas.

Ampas ini kemudian diberi garam secukupnya hingga tercampur rata.

“Ampas ini sebagai taburan di atas singkong yang sudah menjadi gethuk itu tadi. Jangan lupa menikmati getuknya ditemani secangkir teh atau kopi, biar rasanya lebih mantap,” tambahnya.

Begitulah rutinitas keseharian di rumah pasangan suami istri pengusaha getuk singkong merk ‘Nylekitho’ di Jalan Wahidin, Gang Buntu, Kelurahan Sidakaya, Kecamatan Cilacap Selatan.

“Saya meneruskan usaha Mbah Sawinem, nenek saya sejak 1980. Eman-eman (sayang) kalau tidak dilanjutkan karena sudah banyak pelanggannya,” ujar Bariyah membuka cerita.

Lanjut Bariyah, gethuknya memiliki cita rasa khas pedesaan yang menjadi daya tarik para konsumen.

Mbah Sawinem awalnya berjualan di lapak jajanan di area Pasar Buntu, Kabupaten Banyumas.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved