Breaking News:

Pendidikan

Teliti Tindakan Passing Off Dalam Perlindungan Konsumen, Dosen FH USM Raih Gelar Doktor

Dosen Fakultas Hukum FH USM, Doddy Kridasaksana, berhasil meraih gelar doktor pada Program Studi Doktor Hukum Fakultas Hukum Undip

ISTIMEWA
Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Semarang (USM), Doddy Kridasaksana. 

Penulis: M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Semarang (USM), Doddy Kridasaksana, berhasil meraih gelar doktor pada Program Studi Doktor Hukum Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Doddy Kridasaksana, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Politik Hukum Pengaturan Merek Terkenal Terhadap Tindakan Passing Off dalam Rangka Melindungi Konsumen Di Indonesia" dengan predikat sangat memuaskan.

Bertindak sebagai tim penguji eksternal yaitu Prof Dr Adi Sulistiyono SH, MH, Dr Yunanto, SH, M.Hum, Dr Bambang Eko Turisno, SH, M.Hum.

Sementara Prof Dr Kholis Roisah, SH, M.Hum, bertindak sebagai Co Promotor dan Prof Dr Budi Santoso, SH, MS, sebagai Promotor.

Baca juga: Pelarian 7 Hari ABG yang Viral Taruh Meja di Jalan, Fotonya Tersebar, Kini Tak Berkutik

Baca juga: Euro 2021 Timnas Belanda Rilis 26 Pemainnya, Donny Van de Beek Jadi Andalan Frank de Boer

Baca juga: .Polresta Solo Akan Panggil Korlap dan Orator Aksi Dukung Palestina Pekan Lalu di Gladak

Dalam disertasinya, Doddy mengatakan, tujuan disertasinya adalah untuk mengungkapkan dan mengkaji politik hukum merek belum mampu melindungi merek terkenal dari tindakan passing off.

Kemudian, menganalisis penegakan perlindungan merek terkenal dari tindakan passing off, dan memformulasikan politik hukum penegak perlindungan merek terkenal dari tindakan passing off.

"Penelitian ini berparadigma post-positivisme dengan jenis penelitian socio-legal. Spesifikasi penelitian adalah deskriptif analitis," kata Doddy, dalam keterangannya, Jumat (28/5/2021).

Ia memaparkan, kesuksesan dan tingginya reputasi suatu perusahaan dengan produk dan juga merek yang melekat pada produk tersebut, seringkali mengakibatkan pihak-pihak lain yang beritikad tidak baik untuk membonceng reputasi (passing off) dengan cara-cara yang melanggar etika bisnis, norma kesusilaan, maupun hukum.

"Pada undang-undang merek dan indikasi geografis terdapat celah hukum, khususnya dalam sistem  pendaftaran merek di Indonesia, yaitu struktur hukum yang lemah. Seperti pemeriksaan merek yang kurang teliti, sehingga menimbulkan celah terjadinya passing off yang berujung pada sengketa merek dan adanya multitafsir pemahaman mengenai merek terkenal dan persamaan pada pokoknya atau keseluruhan," paparnya.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved