Berita Semarang
VIral Hujan Es di Gajahmungkur Semarang, Ini Penjelasan BMKG
Fenomena hujan es itu diakibatkan karena Perairan Utara Jawa membentuk pertemuan angin di wilayah utara Jawa Tengah (Temanggung dan Semarang).
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
Penulis : Iwan Arifianto
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Menanggapi video viral hujan es di Semarang, Kepala Data dan Informasi BMKG Ahmad Yani Semarang Iis Widya Harmoko mengatakan, fenomena hujan es itu diakibatkan karena Perairan Utara Jawa membentuk pertemuan angin di wilayah utara Jawa Tengah (Temanggung dan Semarang).
"Serta didukung oleh masa udara yang labil serta kelembaban udara yang cukup tinggi dari lapisan bawah hingga lapisan atas Sehingga potensi tumbuhnya awan hujan (kumulonimbus) cukup besar," paparnya saat dihubungi.
Hal itu juga menyebabkan terjadinya hujan lebat disertai petir dan angin kencang serta hujan es di beberapa wilayah Kota Semarang dan juga Jawa Tengah secara keseluruhan.
"Hujan dan angin kencang dissetai hujan es memang terjadi di wilayah Jateng, tak terkecuali Semarang," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, hujan es guyur wilayah Karang Bendo, Kelurahan Karang Rejo, Gajah Mungkur, Kota Semarang, Sabtu (29/5/2021) sekira pukul 15.00 WIB.
Fenomena hujan menyerupai butiran es tersebut terjadi sekira 5 menit.
Warga Gajah Mungkur, Yoko membenarkan kejadian tersebut.
Dia menyebut,fenomena hujan yang menyerupai butiran es itu terjadi sekira pukul 15.00 WIB.
Dia mengaku, sempat kaget lantaran atap rumahnya seperti dilempari baru saat itu.
Kejadian hujan es dia memperkirakan berlangsung dari 5 hingga 10 menit.
"Bentuknya kecil-kecil sebesar kerikil dan seperti kristal," ungkapnya.
Dia mengungkapkan, kejadian hujan es terjadi bersamaan dengan hujan deras yang disertai dengan angin dan petir.
Ketika hujan es itu dia heran mengapa ada suara keras di atap rumahnya.
Hujan tak seperti hujan deras pada umumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/hujan-es-semarang.jpg)