Olahraga
Profil Veddriq Leonardo dan Kiromal Katibin yang Pecahkan Rekor Kejuaraan Dunia Panjat Tebing
Berikut ini profil dua atlet panjat tebing Indonesia yang mencatatkan rekor dunia di IFSC Boulder World Cup 2021 di Salt Lake City, Amerika Serikat.
2021: Medali emas saat IFSC Climbing World Cup Salt Lake City (USA)
2019: Medali emas saat PRA-PON XX Zona 3 (Sulawesi Selatan)
2019: Medali emas saat Asian Championship 2019 (Bogor)
2019: Medali perak saat Asian Championship 2019 (Bogor)
2019: Medali emas saat The Belt and Road ICMT Qinghai (China)
2018: Medali perunggu saat IFSC World Cup Moscow (Rusia)
2017: medali perunggu saat Kejurnas FPTI XVI 2017 Yogyakarta
2016: medali perunggu saat Kejurnas Kelompok Umur 2016
Baca juga: Nita Menjaring Bakat Atlet Panjat Tebing dari Gang ke Gang
Baca juga: Akhirnya Spiderman Asal Pekalongan Diajak Latihan Panjat Tebing
Baca juga: Karanganyar Tuan Rumah Sirkuit Panjat Tebing Soloraya
Sosok Kiromal Katibin lahir di Batang, Jawa Tengah, 21 Agustus 2000. Kiromal pertama kali memiliki mimpi masuk ke dunia sport climbing saat usianya masih sekitar 7 tahun.
“Pertama kali mengenal panjat tebing pada 2007."
"Pertama kali melihat panjat tebing di alun-alun Batang saat ada Praporprov (pra pekan olahraga provinsi),” cerita Kiromal, masih dari sumber yang sama.
Ia kemudian mulai berlatih panjat tebing pada 2009 dengan kakaknya didampingi seorang pelatih panjat tebing yang berpindah dari Surabaya.
Kejuaraan pertamanya adalah pada Kejurda kelompok umur di Karanganyar, 2009.
Setelah itu ia mengikuti Kejurnas di Jogjakarta di tahun yang sama dan selanjutnya setiap tahun ia ikut Kejurnas dari 2010-2012.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/atlet-panjat-tebing-indonesia-veddriq-leonardo-kanan-bertanding-melawan-kiromal-katibin-kiri.jpg)