Breaking News:

Berita Semarang

Digugat ke PN Semarang, Hartoyo: Jika P5L Dibubarkan, Siapa yang Mengurusi Banjir

Gugatan terhadap pengurus P5L oleh warga di Pengadilan Negeri (PN) Semarang dinilai tak berdasar.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: sujarwo
Istimewa
Pengurus P5L saat mengoperasionalkan pompa guna mencegah terjadinya banjir di Kelurahan Panggung Lor, Semarang, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gugatan terhadap pengurus Paguyuban Pemberdayaan Pompanisasi dan Pengelolaan Lingkungan Panggung Lor (P5L) oleh warga di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, dinilai tak berdasar.

Gugatan dimaksudkan agar pengelolaan lingkung

Pengurus P5L saat mengoperasionalkan pompa guna mencegah terjadinya banjir di Kelurahan Panggung Lor, Semarang, kemarin.
Pengurus P5L saat mengoperasionalkan pompa guna mencegah terjadinya banjir di Kelurahan Panggung Lor, Semarang, kemarin. (Istimewa)

an dan pompanisasi di Kelurahan Panggung Lor yang menjadi daerah langganan banjir dan rob, diserahkan ke Pemkot Semarang dan P5L dibubarkan.

Ketua P5L, Hartoyo mengatakan, keberadaan P5L di Kelurahan Panggung Lor sangat dibutuhkan oleh warga. Hal itu karena secara geografis, Kelurahan Panggung Lor berada di cekungan sehingga sangat rentan terhadap banjir.

"Daerah Panggung Lor itu berada di bawah ketinggian air laut. Saat hujan deras, pasti terjadi banjir. Jika P5L dibubarkan, siapa yang akan mengurusi banjir sehingga Panggung Lor aman seperti sekarang," kata Hartoyo, Senin (31/5/2021).

Gugatan yang diajukan ke PN Semarang dengan mengatasnamakan warga yang resah karena membayar iuran bulanan, katanya, sebenarnya gugatan tersebut diajukan oleh seorang warga secara pribadi yaitu Lipoor Agung Santoso.

Penggugat terpaksa membayar iuran bulanan Rp 6.500 per bulan dan meminta agar dikeluarkan dari keanggotaan P5L. Padahal, kata Hartoyo, penggugat sudah puluhan tahun tinggal di kelurahan tersebut.

"Kami sudah mengklarifikasi warga dan yang keberatan iuran itu hanya penggugat. Artinya ia telah melakukan kebohongan dalam gugatan tersebut, karena warga secara sukarela membayar iuran untuk operasional P5L itu," ucapnya.

Hartoyo menuturkan, pihaknya bersama pengurus P5L telah mendatangi tiap warga dan meminta pernyataan bermaterai terkait persetujuan keberlangsungan P5L. Hasilnya, seluruh warga menyetujuinya.

"Dengan begitu, gugatan dari penggugat secara otomatis terbantahkan secara keseluruhan di dalam AD/ART P5L yang sudah berlaku sejak 2010 sampai sekarang," jelasnya.

Selain untuk operasional, Hartoyo mengungkapkan, iuran yang terkumpul juga digunakan untuk beberapa kegiatan lain. Di antaranya proses pengerukan drainase dan Kali Asin.

Selain itu, untuk peninggian jembatan, pembuatan crossing jalan di beberapa titik, renovasi rumah pompa dan pembangunan pintu air gravitasi di pompa.

"Semua pekerjaan itu pakai dana dari iuran masyarakat. Jika pekerjaan itu tidak dilakukan, pompanisasi tidak akan bisa berjalan dengan baik. Bahkan wilayah Panggung Lor akan terus terendam banjir dan rob," terangnya.

Sementara itu, kuasa hukum P5L, Agus Supriyadi mengungkapkan, saat ini proses gugatan masih dalam proses pembuktian dengan pemeriksaan saksi dan bukti di PN Semarang.

"Kami totalitas dalam mendampingi klien dalam hal ini P5L. Kami telah memberikan bukti dan mendatangkan saksi untuk menguatkan pembuktian kami. Kami berharap, majelis hakim memberikan putusan yang terbaik," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved