Breaking News:

Berita Kendal

2.600 Pelaku UMKM di Kendal Belum Memiliki Izin PIRT

Sebanyak 2.600-an pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kendal tercatat belum memiliki izin produk industri rumah tangga

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Pelaku UMKM Kendal melakukan aktivasi kemitraan bersama Grab setelah mengikuti dan memiliki izin PIRT, Selasa (1/6/2021) di pusat layanan usaha terpadu (PLUT) Kendal. 

Penulis: Saiful Masum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sebanyak 2.600-an pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kendal tercatat belum memiliki izin produk industri rumah tangga (PIRT). Jumlah ini merupakan separo dari total 5.000 pelaku UMKM yang tercatat di Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM.

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Kendal, Kun Cahyadi mengatakan, hingga saat ini baru 2.300-an UMKM yang sudah memiliki izin PIRT. Jumlah ini sudah ditambahkan 380 pelaku UMKM yang merampungkan izin usaha produknya pada 2021.

Pihaknya pun mendorong terus UMKM yang ada agar segera mengurus izin PIRT guna menjamin kualitas produk yang dihasilkan agar bisa dikembangkan.

"Pada 2021 ini jumlah UMKM yang mengurus izin PIRT cukup banyak karena ada dorongan bupati. Kami terus dorong para pelaku UMKM dengan mengadakan pelatihan dan bimbingan secara berkala," terangnya, Selasa (1/6/2021).

Menurut Kun Cahyadi, izin PIRT berfungsi sebagai penjamin kualitas produk yang telah memenuhi syarat dan standar keamanan yang sudah ditentukan. Selain itu, dengan mengantongi izin PIRT, produk yang dihasilkan UMKM sudah layak dipasarkan secara luas hingga ke ritel besar. 

Dengan izin PIRT pula, bisa mengangkat nilai produk dan nilai jualnya karena keamanan dan mutu produk terjamin. 

Untuk mendapatkan izin PIRT, pelaku usaha harus memenuhi beberapa kualifikasi dasar. Seperti, mengikuti dan memiliki sertifikat penyuluhan keamanan pangan, lolos uji pemeriksaan sarana uji produk pangan, dan memenuhi peraturan perundang-undangan label pangan.

Untuk mempercepat kemajuan UMKM di Kabupaten, kata Kun Cahyadi, pihaknya akan membentuk Forum UMKM di masing-masing kecamatan. Melalui forum ini, akan mempermudah pembinaan dan pendampingan para pelaku UMKM dengan berbagai macam jenisnya. 

"Di tiap-tiap kecamatan nanti akan dibentuk Forum UMKM supaya lebih mudah pembinaan dan pendampingan, sehingga nanti bisa sampai ke UMKM-UMKM yang ada di desa," tuturnya. 

Pelaku UMKM asal Kecamatan Weleri, Siti Akhidah mengatakan, dengan mengantongi izin PIRT, ia bisa memperluas pemasaran tanpa ada rasa minder kepada calon konsumen. Karena, kualitas produknya sudah memenuhi standar mutu dan keamanan yang sudah ditentukan. 

"Yang jelas, dengan izin PIRT bisa dijadikan dasar untuk memperluas pemasaran kita. Tidak hanya di sekitar tempat tinggal saja, namun juga bisa diterima di toko-toko modern, seperti supermarket atau swalayan," terangnya. (Sam)

Baca juga: Kondisi Bupati Tegal Umi Azizah Setelah Positif Corona, Kadar Oksigen dalam Darah Bagus

Baca juga: Anggota DPRD Kudus Cek Penerapan Prokes di Pasar

Baca juga: KISAH NYATA : Hidup 31 Tahun Menggelandang, Slamet Ditemukan Tewas di Pasar Johar Semarang

Baca juga: Peduli Literasi, SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen Sumbangkan Buku Karya Santri ke Perpusda

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved