Breaking News:

Berita Kudus

Anggota DPRD Kudus Cek Penerapan Prokes di Pasar

Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kudus mengecek penerapan protokol kesehatan di pasar yang berada di Kabupaten Kudus

Istimewa
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kudus Masan mengecek penerapan protokol kesehatan di Pasar Bitingan, Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Selasa, (1/6/2021).(IST). 

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -- Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kudus mengecek penerapan protokol kesehatan di pasar yang berada di Kabupaten Kudus. Pengecekan itu berlangsung sekira pukul 05.30 Wib saat pedagang mulai menjalankan aktivitas perdagangannya. 

Beberapa pedagang yang kedapatan tidak mengenakan masker langsung diberi masker. Juga diberi edukasi terkait kewajiban mematuhi protokol kesehatan di tengah jumlah pasien Covid-19 di Kudus melonjak.

Ketua DPRD Kudus Masan mengatakan, 45 anggota dewan saat ini turun ke lapangan untuk ikut membantu pemerintah menangani Covid. 

45 orang itu terbagi menjadi empat tim dan masing-masing tim akan melakukan pengecekan penerapan protokol kesehatan ke sejumlah pasar tradisional seperti di Pasar Doyong, Pasar Bitingan, Pasar Jekulo, Pasar Piji, Pasar Besito, dan Pasar Kliwon. 

Menurut Masan, pihaknya akan mendatangi sejumlah lokasi yang masih banyak ditemukan orang tidak mengenakan masyarakat.

Anggota dewan, kata dia, akan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Covid-19. Dia meminta kepada masyarakat agar percaya bahwa Covid-19 itu memang ada.

”Kondisi saat (Kudus) zona merah menjadi perhatian bersama. Tidak bisa pemerintah sendiri menangani ini. Semua harus bersama-sama menyelesaikan persoalan ini. Kuncinya adalah kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan,” kata Masan, Selasa, (1/6/2021).

Saat pengecekan itu, Masan mengatakan lalu-lintas orang-orang yang masuk dan keluar Pasar Bitingan memang tidak terkendali. Sehingga pengawasan terhadap pengunjung yang masuk dan tidak bawa masker semakin sulit.

Untuk itu, pihaknya mengharapkan orang masuk keluar pasar bisa terkendali. Semua yang masuk pasar, ujar Masan, harus pakai masker.

Tak hanya pasar tradisional, anggota dewan juga akan mengcek penerapan protokol kesehatan di supermarket dan sejumlah minimarket.

”Saya sampaikan nanti ditemukan minimaerket tidak menerapkan prokes. Bahkan pelayannya ada yang tidak mengenakan masker akan saya usulkan untuk cabut izinnya,” tegasnya.

Selain mengecek penerapan protokol kesehatan di tempat perbelanjaan, Pimpinan DPRD Kudus akan bersilaturahim ke Kantor Kementerian Agama Kabuapaten Kudus, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kudus, PCNU, dan PD Muhammdiyah. Silaturahim itu untuk mengajak menangani Covid-19 sesuai dengan tupoksi masing-masing. 

Saat bersilaturahim ke sejumlah pihak tersebut, Masan menuturkan pihaknya akan menyampaikan beberapa hal seperti sekolah yang di bawah Kemenag Kudus jangan dibuka dulu. Juga ketika ke MUI, Pimpinan DPRD Kudus mengajak tokoh-tokoh agama menjaga penerapan protokol kesehatan di tempat ibadah.

”Ini tindakan kongkrit anggota DPRD Kudus. Setelah ini kami akan keluarkan rekomendasi kepada pemerintah di mana titik lemah penanganan Covid-19,” tandasnya.(yun).

Baca juga: KISAH NYATA : Hidup 31 Tahun Menggelandang, Slamet Ditemukan Tewas di Pasar Johar Semarang

Baca juga: 42 Desa di Kudus Zona Merah, Bupati: Semi Lockdown!

Baca juga: Lonjakan Covid-19 di Kudus Jadi Perhatian Nasional, Hartopo Minta Masyarakat Sadar Prokes

Baca juga: Bupati Kudus Izinkan Isolasi Mandiri di Rumah dengan Kamar Terpisah

Baca juga: Ganjar Pranowo Usul Lockdown RT di Kudus: Kalau Masyarakat Masih Lalu Lalang, Ditutup!

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved