Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Tegal

Capaian Vaksinasi Lansia di Kota Tegal Baru 27,45 Persen

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal, dr Sri Primawati Indraswari mengatakan, capaian vaksinasi Covid-19.

Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Fajar Bahruddin
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal, dr Sri Primawati Indraswari. 

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal, dr Sri Primawati Indraswari mengatakan, capaian vaksinasi Covid-19 terhadap masyarakat lanjut usia (Lansia) di Kota Tegal masih terkategorikan rendah. 

Masih banyak masyarakat lansia yang belum paham tentang pentingnya vaksinasi Covid-19. 

Prima mengatakan, jumlah keseluruhan lansia di Kota Tegal ada 18.592 orang.

Baca juga: Vaksinasi Lansia di Kota Tegal Mulai Terapkan Sistem Jemput Bola 

Baca juga: Mobil Pikap Angkut Orang Alami Kecelakaan Masuk Jurang di Tegal, 2 Orang Meninggal Dunia

Baca juga: Video Wali Kota Tegal Antar Rantang Makanan ke Rumah Lansia

Baca juga: Bupati Tegal Umi Azizah Positif Covid-19, Gejala Ringan

Mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama sejumlah 5.103 orang, capaiannya 27,45 persen. 

Kemudian yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis kedua sejumlah 4.633 orang, capaiannya 24,92 persen. 

"Tidak bagus tetapi lumayan (red, capaian vaksinasi lansia). Karena masih banyak masyarakat yang belum paham," katanya kepada tribunjateng.com, Senin (31/5/2021). 

Dalam kesempatan itu, Prima menjelaskan alasan mengapa lansia masuk dalam kategori masyarakat prioritas penerima vaksin Covid-19. 

Ia mengatakan, memang yang paling banyak terpapar Covid-19 adalah masyarakat di usia produktif. 

Sementara kerentanan lansia terpapar Covid-19 berada di urutan keempat. 

Akan tetapi angka kematian yang paling banyak karena Covid-19 itu masyarakat dengan usia di atas 60 tahun atau lansia. 

Itu sebabnya lansia menjadi prioritas dalam pemberian vaksinasi Covid-19. 

"Covid-19 itu paling banyak di usia produktif. Tapi kematian yang paling banyak di masyarakat usia 60 tahun ke atas," jelasnya. 

Prima mengatakan, untuk meningkatkan capaian vaksinasi terhadap lansia, pihaknya mulai menerapkan vaksinasi dengan sistem jemput bola. 

Ia berharap sistem jemput bola akan mendekatkan akses pelayanan bagi lansia yang tidak bisa datang ke puskesmas.

Baca juga: Progres Vaksinasi Lansia di Kota Salatiga Capai 62,8 Persen

Baca juga: Kasus Covid-19 Terus  Meningkat, Vaksinasi Terus Berjalan

Baca juga: Konsep Vaksinasi 3 In 1 untuk Masyarakat Umum Kota Semarang

Karena kesulitan mereka biasanya harus diantar.

Kemudian beberapa lansia juga berstatus sebagai lansia terlantar. 

"Karena lansia menjadi prioritas masyarakat yang harus divaksin, maka kami dekatkan akses pelayanannya," ungkapnya. (fba)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved