Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

Silaturahmi Kebangsaan LDII Jilid I, MUI Jateng: Budaya Saling Memaafkan Cegah Perpecahan Umat

Menurut Islam, umat Islam ini ibarat satu tubuh, jika ada salah satu bagian yang sakit, maka semuanya ikut sakit.

catur wisanggeni
DR KH Ahmad Darodji MSi 

Keberagaman adalah sunnah Allah yang menjadi ujian bagi manusia dalam hal kerjasama, saling menolong, hal itulah yang menjadi tantangan.

Karena itu Singgih berharap, melalui acara ini dapat mewujudkan cita-cita founding fathers kedepannya dengan kerjasama antara ormas Islam dan pemerintah.

Mengenai LDII, Singgih mendorong warga LDII melaksanakan moderasi beragama. Sesuai dengan arahan dari Kementerian Agama dan MUI untuk melakukan moderasi beragama, serta terus silaturrahim dan konsultasi dengan jajaran pemerintah.

Wujud dari upaya ukhuwah islamiyah dan wathoniyah, LDII terus mengundang para stakeholder pemerintah, MUI, atau ormas Islam yang lain.

“Silaturrahim adalah salah satu pondasi persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Singgih.

Ia juga menyampaikan mengenai 8 klaster program yang utamanya adalah klaster kebangsaan, agar menciptakan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda. Lalu juga klaster dakwah yang menargetkan tri sukses generasi penerus, yakni generasi yang alim-faqih, berakhlak mulia, dan mandiri.

Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, H. Musta’in Ahmad, SH. MH
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, H. Musta’in Ahmad, SH. MH (catur wisanggeni)

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, H. Musta’in Ahmad, SH. MH., dalam sambutannya menyampaikan bahwa semangat silaturrahim dari LDII patut diapresiasi.

Jangan lelah mencintai Indonesia, karena dengan cinta Indonesia itu merawat persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam kondisi masyarakat yang berbeda adalah agar saling mengenal satu sama lain dan terus semangat bersilaturrahim. Ia juga mengatakan, saat banyak tawaran mengenai identitas kebangsaan, Indonesia justru sedang memperingati hari lahir Pancasila (1 Juni).

“LDII mengingatkan kembali pada nilai luhur Pancasila dengan menggelar silaturrahim kebangsaan ini. Dengan terbukanya arus informasi, para founding fathers sudah tegas menunjukkan kebangsaan Indonesia,” kata Musta’in.

Perbedaan agama, suku, dalam hal ini justru bertemu melalui Pancasila. Negara yang memilih Pancasila sebagai pedoman dengan mengedepankan ilmu agama sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini menjadi ukuran toleransi kerukunan hidup beragama.

Dirbinmas Polda Jateng, Kompol Hasyin Setyawan menambahkan kegiatan silaturahim kebangsaan ini perlu dikembangkan semua ormas yang lain supaya bisa berkolaborasi semua ormas supaya bisa mempererat persatuan dan kesatuan bangsa itu tidak ada perpecahan.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan LDII ini dan untuk generasi penerus bangsa bisa meniru kegiatan LDII ini dengan merangkul semua elemen bangsa tidak hanya ormas keagamaan tapi juga kemasyarakatan untuk mempererat tali persaudaraan dan persatuan," pesannya.

Kegiatan yang digelar secara luring dengan menerapkan prokes kesehatan dan daring ini telah diikuti 35 DPD LDII se Jawa Tengah.

Tampak hadir selain Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Darodji, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jateng Musta’in Ahmad, juga Ketua FKUB Jateng KH Taslim Syahlan, Binmas Polda Jateng yang diwakili Kompol, Perwakilan NU dan Muhammadiyah serta Kesbangpol. Tidak hanya stakeholder provinsi tapi hingga di 35 studio mini di berbagai daerah kota dan kabupaten seJateng. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved