Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Tiga Komunitas Pencinta Kucing Semarang Sisir Lawang Sewu dan Kota Lama, Cari Kucing Liar Kelaparan

Tiga Komunitas pencinta kucing di Kota Semarang turun ke jalanan untuk kampanyekan anti kekerasan.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: sujarwo

Tiga Komunitas pencinta kucing di Kota Semarang turun ke jalanan untuk kampanyekan anti kekerasan terhadap binatang utamanya kucing di kawasan Kota Lama dan Lawang Sewu.
Tiga Komunitas pencinta kucing di Kota Semarang turun ke jalanan untuk kampanyekan anti kekerasan terhadap binatang utamanya kucing di kawasan Kota Lama dan Lawang Sewu. (Istimewa)

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tiga Komunitas pencinta kucing di Kota Semarang turun ke jalanan untuk kampanyekan anti kekerasan terhadap binatang utamanya kucing.

Tak lupa mereka juga memberikan makan kucing jalanan, melakukan pertolongan pertama pada kucing yang terluka.

Ketua koordinator kegiatan, Aris Santoso menjelaskan, tiga komunitas yang terlibat meliputi Cat Lover Semarang (CLS),Cat Squad, dan Save Cat n Rescue.

Ketiga komunitas berbaur dan saling mengisi untuk peduli kucing jalanan.

"Kami razia kucing jalanan di kawasan Kota Lama dan Lawang Sewu, hasilnya banyak sekali kucing jalanan yang kami feeding dan rescue," ungkapnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (1/6/2021).

Menurutnya, kegiatan itu digalakan lantaran masih banyak ditemukan kasus kucing jalanan yang disingkirkan, dibuang, dan bahkan disiksa.

"Kami ingin berbagi rezeki dengan kucing jalanan minimal memberikan pakan kepada mereka. Kemudian mengobati yang luka ringan seperti jamur, scabies dan lainnya," paparnya.

Dia mengatakan, dalam kegiatan itu ingin berpesan bahwa kucing jalanan juga berhak hidup. Berhak memperoleh makanan dengan baik sebagaimana mahluk Tuhan lainnya.

Kucing bukan sampah bukan pula hama sehingga jangan perlakukan kucing seperti itu.

"Kalau tidak suka dan tak peduli terhadap kucing, kami mohon jangan menyakiti dan menyiksa mereka," pesannya.

Dia menyebut, banyak persoalan yang dihadapi oleh kucing jalanan mulai dari keterbatasan lahan sebagai habitat hidup layak, minimnya sumber makanan hingga ancaman lingkungan perkotaan seperti terlindas kendaraan.

Sebagai solusi, lanjut dia, pihaknya rajin melakukan street feeding di daerah masing-masing anggota komunitas.

Anggota komunitas juga belajar pertolongan pertama sehingga mampu mengobati kucing jalanan yang sakit.

Lebih jauh, pihaknya memiliki program rutin untuk mensterilkan para kucing liar sehingga populasinya bisa sedikit dikendalikan.

Program tersebut yakni trap-neuter and release (TnR). Program dijalankan dengan menangkap kucing liar jenis betina kemudian disterilkan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved