Breaking News:

Berita Pekalongan

Petaka Takut TPP Dipotong Sebabkan 37 Guru dan Staf Pendidik SMAN 4 Pekalongan Positif Covid-19

Sebanyak 37 guru dan tenaga kependidikan di SMAN 4 Pekalongan terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu berdasarkan hasil tes cepat polymerase chain

AP PHOTO/VINCENT THIAN
ILustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN -- Sebanyak 37 guru dan tenaga kependidikan di SMAN 4 Pekalongan terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu berdasarkan hasil tes cepat polymerase chain reaction (PCR).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 13 Jawa Tengah, Zumrotul mengatakan, kemunculan klaster SMAN 4 Pekalongan tersebut diawali adanya seorang guru yang diidentifikasi positif Covid-19.

"Akan tetapi, yang bersangkutan tidak memberikan laporan pada sekolah maupun kepala cabang bahwa dirinya sedang sakit.

Bahkan, yang bersangkutan tetap bekerja seperti biasa dan berkumpul dengan rekan-rekanya di sekolah," kata Rabu (2/6).

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah, pihaknya memutuskan para guru maupun tenaga pendidikan bekerja dari rumah dan isolasi mandiri, mulai Rabu kemarin hingga 11 Juni mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto mengatakan, klaster SMAN 4 Pekalongan memang diawali dari adanya seorang guru yang dalam kondisi sakit,

tetapi tetap masuk bekerja. Guru itu mengalami gejala anosmia atau indera penciuman tidak berfungsi.

Slamet menuturkan, kepala sekolah sempat menyayangkan karena guru tersebut berangkat kerja dalam keadaan sakit dengan gejala anosmia atau indera penciuman tidak berfungsi.

"Kata kepala sekolah, kenapa sudah tahu sakit kok tetap masuk.

Berdasarkan, informasi bahwa guru tersebut takut jika tidak masuk TPP-nya (tambahan penghasilan pegawai—Red) dipotong," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved