Berita Semarang
Dinilai Sangat Rentan, Pengidap Gangguan Jiwa di Jateng Jadi Prioritas Penerima Vaksin Covid-19
Vaksinasi Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah pada tahap ketika menyasar penyandang disabilitas,hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
Penulis: Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Vaksinasi Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah pada tahap ketika menyasar penyandang disabilitas, masyarakat berpenghasilan rendah hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Dari sejumlah kelompok masyarakat tersebut, ODGJ akan menjadi prioritas sasaran penerima vaksin covid-19 pada pekan vaksinasi nasional.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo menuturkan, ODGJ penting menjadi sasaran penerima vaksin karena sebenarnya mereka masuk dalam kelompok rentan.
"Mereka masuk dalam kelompok rentan dan akan diberikan (vaksinasi) pada tahap ketiga nanti," kata Yulianto, Kamis (3/6/2021).
ODGJ juga dinilai memiliki komorbid banyak sehingga jika terkena covid-19, dampaknya lebih berisiko kepada orang normal.
Yulianto mengatakan, ODGJ di Jateng jumlahnya tidak banyak.
Pihaknya akan fokus kepada yang telah ditampung dan diisolasi di rumah sakit jiwa (RSJ).
ODGJ yang ada di rumah sakit jiwa cenderung tidak berontak saat akan divaksin.
Lantaran sebelumnya sudah mendapatkan perawatan sehingga kondisinya cenderung stabil.
Baca juga: Nekat Ngeblong Lawan Arus saat Macet, Mobil Ini Mundur Ketemu Patwal
Baca juga: Video Hasil Revitalisasi Alun-alun Tegal Masih Ditutup
Baca juga: Praktis dan Cepat, Polrestabes Semarang Gelar Vaksinasi untuk Umum secara Drive Thru di Simpanglima
Selain itu, ODGJ yang sudah ada di RSJ juga cenderung mudah didata.
Sehingga bisa diketahui dengan cepat kebutuhan atau stok vaksin.
"Yang akan vaksinasi nantinya yang sudah dirawat di RSJ. Jumlah ODGJ di Jateng lebih sedikit dibandingkan warga lanjut usia (lansia). Nanti bisa dialihkan ke sasaran yang lain," katanya.
Karena jumlahnya sedikit, lanjutnya, kemungkinan vaksinasi untuk ODGJ dilakukan lebih cepat jika ketersediaan vaksin untuk tahap kedua masih ada.
"Kalau stok vaksin tahap kedua masih, bisa juga diberikan dulu, tidak usah nunggu vaksin ketiga," imbuhnya. (*)