Simbah-simbah Emoh Suntik Vaksin, DKK Karanganyar Belum Tahu Penyebabnya
Plt Kepala DKK Karanganyar, Purwati menyampaikan, warga yang menolak menerima vaksin itu berasal dari kategori lansia.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Penulis: Agus Iswadi.
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar akan mengkaji sekaligus melakukan pendataan terlebih dulu alasan warga yang menolak menerima penyuntikan vaksin.
Berdasarkan data yang dihimpun Tribunjateng.com per Kamis (3/6/2021), prosentase vaksinasi bagi lansia di Kabupaten Karanganyar sudah mencapai 50,83 persen dari jumlah sasaran dari pemerintah pusat sekitar 85 ribu orang.
Sedangkan prosentase vaksinasi bagi petugas pelayan publik saat ini sudah mencapai 60,25 persen dari jumlah sasaran sekitar 54 ribu orang.
Plt Kepala DKK Karanganyar, Purwati menyampaikan, warga yang menolak menerima vaksin itu berasal dari kategori lansia.
Dinas belum tahu persis berapa jumlah warga yang menolak menerima vaksin karena saat ini masih dalam pendataan dan kajian.
Dinas juga akan melakukan pendekatan terlebih dahulu terhadap beberapa warga yang menolak menerima vaksin.
"Saya belum inventaris tapi ada. Penyebabnya belum tahu. Tapi itu prosentasenya kecil," katanya kepada Tribunjateng.com usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 tingkat kabupaten di Setda Karanganyar.
Purwati menurunkan, dinas akan melakukan pendataan sekaligus kajian faktor apa yang menyebabkan warga menolak menerima vaksin.
Sembari melakukan pendataan dan kajian, saat ini proses vaksinasi bagi lansia serta petugas pelayan publik tetap berjalan.
"Kita mengurusi yang mau dulu, sambil kita kaji penyebab mereka menolak," ucapnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/vaksinasi-lansia-kendal-ramadan.jpg)