Breaking News:

Berita Karanganyar

Pengajuan Kartu Kuning di Karanganyar Meningkat Pasca Lebaran

Pengajuan kartu kuning sebagai persyaratan mendaftar kerja di Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi (Disdagnakerkop) UKM Karanganyar meningkat

TribunJateng.com/Agus Iswadi
Seorang warga hendak mengajukan permohonan kartu kuning di Disdagnakerkop UKM Karanganyar sebagai syarat mendaftarkan diri bekerja di satu perusahaan, Jumat (4/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pengajuan kartu kuning sebagai persyaratan mendaftar kerja di Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi (Disdagnakerkop) UKM Karanganyar meningkat pasca lebaran.

Berdasarkan data yang dihimpun Tribunjateng.com, pengajuan kartu kuning mengalami peningkatan hampir 100 persen pada Mei 2021 dibandingkan bulan sebelumnya.

Tercatat ada sebanyak 239 orang yang mengajukan permohonan kartu kuning sebagai syarat mendaftar kerja pada April 2021. Sedangkan pada Mei 2021, jumlah pemohon kartu kuning tercatat ada sebanyak 466 atau mengalami peningkatan hampir 100 persen.

Kepala Disdagnakerkop UKM Karanganyar, Martadi menyampaikan, adanya peningkatan permohonan kartu kuning dikarenakan adanya pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K).

Di samping adanya lowongan kerja di satu perusahaan yang bergerak di bidang perakitan kabel body mobil di Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar.

"Kan ada pendaftaran CPNS dan P3K. Jadi ada peningkatan (permohonan kartu kuning). Termasuk adanya perusahaan yang membuka lowongan kerja," katanya kepada Tribunjateng.com, Jumat (4/6/2021).

Dia menuturkan, rata-rata per hari ada sekitar 40 orang yang mengajukan permohonan kartu kuning ke dinas sejak adanya peningkatan pada Mei 2021.

Sementara itu, warga Jetis Kecamatan Jaten, Hasan (24) mengajukan permohonan kartu kuning sebagai syarat mendaftarkan diri di satu perusahaan perakitan kabel body mobil yang berada di Jaten.

"Sebelumya kerja di hotel daerah Sukoharjo," ucapnya.

Hasan yang berstatus sebagai tenaga harian lepas memilih mendaftarkan diri di tempat kerja baru karena lebih sering diliburkan dampak sepinya pengunjung hotel.

"Kalau ramai masuk, tapi kalau sepi diliburkan. Soalnya saya tenaga harian lepas, bukan karyawan kontak" terangnya. (Ais).

Penulis: Agus Iswadi
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved