Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Dua Bocil Semarang Pencuri Motor, Buat Keliling Sampai Kota Lama, Spion dan Pelat Nomor Dipreteli

Muhammad Yupiter (25) tidak mengira motor maticnya dicuri oleh anak-anak yang masih ingusan. Saat dicek, spion dan pelat nomor sudah dipreteli.

TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Muhammad Yupiter (25) terlihat sumringah saat menjemput motornya di Polsek Semarang Barat, Senin (7/6). Motornya hilang dicuri dua bocil masih SD 

"Namun saat motor korban dibawa keliling oleh pelaku, ada teman pelapor yang melihat motornya kok mirip. Setelah dicocokan STNK dan dan BPKB ternyata sama, lalu dibawa ke Polsek ke Semarang Barat," ujar dia.

Karena pelakunya masih dibawah umur, kata dia, korban menempuh jalur restoratif justice.

Keluarga pelaku sudah meminta maaf kepada pelapor.

"Kemudian perkara itu diselesaikan secara kekeluargaan," tutur dia.

Dikatakannya, motor itu oleh pelaku tidak akan dijual. Pelaku menggunakan motor korban untuk jalan-jalan.

"Motor itu digunakan keliling-keliling sampai Kota Lama," jelas dia.

Kompol Dina mengatakan, kedua bocil itu kurang pengawasan orang tua.

Kedua pelaku yang masih tergolong anak-anak itu memang setiap harinya sering pulang larut malam.

"Anak itu butuh pengawasan ekstra dari orang tua. Malam hari anaknya belum pulang," imbuhnya.

Ia mewajibkan setelah adanya perdamaian mewajibkan kedua bocil itu wajib lapor.

Pihaknya akan menyesuaikan batas waktu wajib lapor yang diterapkan kedua bocil itu.

"Kami telah memberikan wejangan kepada keluargannya untuk mengawasi anaknya mulai dari pergaulannya," tandasnya.

Baca juga: Sinkronisasi Data Rapid, Hartopo Cegah Positif Covid-19 Berkeliaran

Baca juga: Bagaimana Video Adegan Sejoli Mesra di Kebun Teh Kemuning Bisa Tersebar? Ini Kata Kepala Desa

Baca juga: Chord Kunci Gitar Ngidam Penthol Bajol Ndanu Ft. Fira Cantika & Nabila

Karakter Menurun

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Sapto Giri mengakui bahwa pembelajaran daring terdapat segi negatif pada peserta didik.

Oleh sebab itu saat ini telah dilakukan uji coba pembelajaran tatap muka  tahap 1 dan 2 serta akan dilanjutkan pada tahap ketiga.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved