Berita Semarang
Dua Bocil Semarang Pencuri Motor, Buat Keliling Sampai Kota Lama, Spion dan Pelat Nomor Dipreteli
Muhammad Yupiter (25) tidak mengira motor maticnya dicuri oleh anak-anak yang masih ingusan. Saat dicek, spion dan pelat nomor sudah dipreteli.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: moh anhar
"Kami harapkan nanti semua sekolah negeri ada tatap muka, dan sekolah swasta," ujar dia.
Pada pembelajaran tatap muka, kata dia, yang akan diajarkan adalah masalah karakter. Kemudian yang akan diterapkan adalah penguatan karakter.
"Artinya kami akan tingkatkan karakter peserta didik yang selama ini ada penurunan," imbuhnya.
Dia mengakui selama ini ada penurunan karakter peserta didik yang disebabkan faktor lingkungan. Selain itu penyebab penurunan karakter adalah peserta didik dibekali ponsel.
"Dulu anak tidak boleh membawa handphone (ponsel). Sekarang malah dibawakan handphone untuk pembelajaran daring yang hanya beberapa jam," ujarnya.
Menurutnya, banyak peserta didik yang memanfaatkan waktu luang untuk bermain ponsel. Hal tersebut membuat karakter tidak semakin naik malah memburuk.
Baca juga: Alhamdulillah, 100 Hari Kerja, Bupati Dico Wujudkan Janji Kampanye Dana Dusun dan Tunjangan Kematian
Baca juga: Hasil Gak Main-main, Bisa Rebut Hadiah Rp100 Juta, Martinus Kevin Mantap Berkarir di Jalur Esport
Baca juga: Seumur Hidup Baru Sekali Diinfus, Ari Menangis karena Setelah Itu Ia Cacat Seumur Hidup, Malpraktik?
"Mereka bisa mencontoh apa yang dilihat di ponselnya," imbuhnya.
Gunawan mengatakan penguatan karakter anak saat pembelajaran tatap muka tidak hanya diwajibkan dilakukan oleh guru agama saja. Dirinya meminta semua guru untuk melakukan penguatan karakter.
"Seluruh guru mata pelajaran harus melakukan penguatan karakter kepada peserta didik," tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bocah-malmot-beat-semarang-juni-2021.jpg)