Breaking News:

Berita Kabupaten Semarang

Ikuti Instruksi Bupati Semarang Terkait Covid-19, DPRD Jadwal Ulang Agenda Kunker

DPRD Kabupaten Semarang melakukan penjadwalan ulang agenda kunjungan kerja (kunker), sebagai bagian dukungan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TribunJateng.com/M Nafiul Haris
Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening 

Penulis: M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Menindaklanjuti Instruksi Bupati Semarang Nomor 14/2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro, DPRD Kabupaten Semarang melakukan penjadwalan ulang agenda kunjungan kerja (kunker). 

Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening mengatakan, dalam rangka mendukung upaya pengendalian penyebaran virus Corona (Covid-19) sejumlah agenda kunker yang telah dijadwalkan, baik dilakukan anggota komisi maupun diikuti ketua dewan ditiadakan sementara. 

"Terkait itu, sore ini kami akan merapatkan bersama untuk beberapa agenda agar dijadwalkan ulang. Kemudian, saya minta seluruh anggota DPRD mendampingi, memonitor, mengevaluasi kinerja Satgas Covid-19 pada masing-masing kecamatan," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (8/6/2021).

Baca juga: Anak Tukang Jualan Poster di Alun-alun Batang Jadi Atlet Internasional Panjat Tebing

Baca juga: Betapa Remuk Hati Sang Ayah, Dapat Kiriman Video Syur, Ternyata Pemeran Perempuan Anaknya Sendiri

Baca juga: Megawati Jadi Trending Twitter Hari Ini, Ada Apa?

Menurut Bondan, sebaliknya DPRD Kabupaten Semarang selama kurang lebih dua minggu ke depan juga tidak menerima kunker, baik dari perwakilan Kabupaten/Kota maupun DPRD asal daerah lain. 

Ia menambahkan, beberapa agenda rapat paripurna juga akan dilakukan pembatasan peserta maksimal 20 orang dari total keseluruhan anggota DPRD sebanyak 50 orang. 

"Biasanya untuk kunker kami menerima sekitar sepuluh agenda kunker dari luar. Ini kami minta dijadwalkan ulang semua, begitu pula kita dalam sebulan bisa 2-3 pergi kunker juga dihentikan," katanya

Dia menyatakan, adapun rapat paripurna yang terdekat membahas keuangan daerah menindaklanjuti laporan BPK.

Kemudian PDAM, dan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). 

Bondan mengungkapkan, mengenai mekanisme aduan masyarakat yang ingin disampaikan ke DPRD seluruh anggota diminta memanfaatkan media sosial agar tidak ada tatap muka. 

"Jika terpaksa harus bertemu langsung diskusi, saya mohon teman-teman DPRD dan pihak yang saling berhubungan agar melakukan pembatasan jumlah orang," ujarnya 

Baca juga: Masdiansyah Alias Maya Mas Guru SMA Dibunuh Pacar Sesama Jenis, Korban Dibungkus 3 Lapis Kain

Baca juga: Mualim Kampanyekan Penggunaan Sepeda Listrik yang Ramah Lingkungan di Hari Transportasi Umum

Baca juga: Mualim Kampanyekan Penggunaan Sepeda Listrik yang Ramah Lingkungan di Hari Transportasi Umum

Sebelumnya, Bupati Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha mengeluarkan instruksi yang berisi agar aktivitas masyarakat lebih diperketat.

Termasuk didalamnya, larangan agenda kunker baik DPRD maupun dinas untuk ditunda. Pasalnya, angka kasus Corona di Bumi Serasi mengalami kenaikan. (*) 

Caption: Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening: Foto/Dokumen

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved