Breaking News:

Berita Jepara

Kasus Covid-19 Meningkat, Bupati Jepara Perintahkan Tutup Seluruh Obyek Wisata

Hal itu membuat Bupati Jepara Dian Kristiandi mengurangi tempat-tempat yang mengundang kerumunan. Karena, kata dia, di tempat-tempat yang memudahkan

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Yunan S
Bupati Jepara Dian Kristiandi saat ditemui Tribun Jateng di kantor dinasnya, Senin (7/6/2021). 

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Jepara terus meningkat.

Hal itu membuat Bupati Jepara Dian Kristiandi mengurangi tempat-tempat yang mengundang kerumunan.

Karena, kata dia, di tempat-tempat yang memudahkan orang berkerumun membuat penularan corona mudah terjadi. 

Untuk menghindari penularan semakin meluas, dia memerintahkan menutup sementara seluruh obyek wisata.

Penutupan itu sendiri tertuang dalam Surat Nomor 556/2128 tentang Penutupan Objek Wisata.

”Yang namanya pariwisata kan pasti menimbulkan kerumunan. Walaupun di Permenkes itu membolehkan karena memang basic-nya kembali ke PPKM Mikro. Di PPKMi Mikro itu kalau wilayahanya zona hijau, tempat wisata boleh dibuka dengan ketentuan tertentu, yakni pembatasan 50 persen. Kalau kuning 30 persen,” papar Dian Kristiandi kepada Tribun Jateng, Senin, (7/6/2021).

Dia mengungkapkan penutupan obyek wisata  itu berlangsung 3 Juni 2021 hingga 14 Juni 2021.

Langkah ini diambil sebagai antisipasi lonjakan Covid-19 di Kota Ukir. 

Selain menutup tempat wisata, orang nomor satu di Jepara itu juga memperpanjang PPKM Mikro hingga 14 Juni 2021. 

 Andi meminta pemberdayaan Satgas Jogo Tonggo, yakni pendataan rumah yang berstatus zona merah, zona oranye, zona hijau. 

Sementara itu data sebaran Covid-19 di Jepara sebagaimana yang dipublikasi di laman corona.jepara.go.id hingga Minggu, (6/7/2021) pukul 23.00 Wib, tercatat jumlah pasien positif sebanyak 1.168 orang, pasien sembuh 7. 323 orang, dan meninggal 518 orang. 

Dengan data sebaran corona tersebut, Kabupaten Jepara berstatus zona oranye atau berisiko sedang.

”Kalau ada tren naik seperti ini tempat wisata kita tutup,” tandasnya. (yun)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved