Breaking News:

Berita Semarang

4 Mahasiswa Pendemo Omnibuslaw di Semarang Dihukum, Kuasa Hukum: Fakta Mereka Disiksa Tak Disinggung

Majelis Hakim persidangan pelanggaran aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law di Kota Semarang telah membacakan putusan pada Selasa (8/6/2021).

Istimewa
Mahasiswa Penolak Omnibus Law mrnjalani sidang putusan di PN Semarang, Selasa (8/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Majelis Hakim persidangan pelanggaran aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law di Kota Semarang telah membacakan putusan pada Selasa (8/6/2021).

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim memutuskan keempat mahasiswa itu melanggar Pasal 216 KUHP karena mengabaikan perintah aparat kepolisian saat unjuk rasa menolak Omnibus Law Oktober lalu.

Keempat mahasiswa itu IAH, MAM, IRF, dan NAA dijatuhi hukuman 3 bulan penjara, dengan masa percobaan 6 bulan dikurangi masa tahanan.

Baca juga: 4 Mahasiswa Penolak Omnibus Law di Semarang Terbukti Bersalah, Ini Hukuman Buat Mereka

Baca juga: Tagar Puan, Fungsi DPR, dan Omnibuslaw Sampah Jadi Trending Twitter, Ada Apa?

Baca juga: Rektor UIN Walisongo Semarang Sampaikan Pesan Sunan Kalijaga Saat Mewisuda 436 Mahasiswa

Meski demikia empat terpidana tidak perlu menjalani masa hukuman selama tiga bulan, jika selama enam bulan tidak melakukan perbuatan melanggar hukum.

Mereka dijatuhi hukuman percobaan.

Sidang yang digelar dalam dua waktu yang berbeda ini dihadiri empat mahasiswa tersebut.

Kendati demikian, kuasa hukum keempat mahasiswa dari Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Jawa Tengah (Jateng), Kahar Muamalsyah mengaku akan berkoordinasi dengan keempat mahasiswa itu apakah akan melakukan banding atau menerima putusan vonis yang dijatuhkan oleh hakim.

"Kami pikir-pikir. Kalau klien tidak terima divonis bersalah, tentu kami akan banding. Tapi, kalau terima ya tidak. Intinya, yang terpenting klien mendapat hasil yang baik demi masa depannya. Kan mereka juga masih berstatus mahasiswa," ujar Kahar.

Menurut dia, putusan tersebut dinilai janggal dan terkesan mengaburkan fakta yang seharusnya menjadi pertimbangan majelis hakim.

"Harusnya fakta mereka mendapat penyiksaan selama masa penyidikan juga dijadikan pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara. Tapi, kenyataannya tidak disinggung sama sekali," ujar Kahar kepada wartawan.

Baca juga: 4 FAKTA RUDAKAPSA MAHASISWI : Panjat Tembok, Masuk Kamar Kost Lewat Jendela hingga Pelaku Ditembak

Baca juga: 6 Preman Pengeroyok Anggota TNI di Terminal Bungurasih Ditangkap, Begini Pengakuan Mereka

Baca juga: Kunci Jawaban Kelas 6 Tema 9 Soal Halaman 75 76 77 78 79 Buku Tematik

Sebagai informasi, keempat mahasiswa itu ditangkap polisi karena terlibat aksi demo menolak Omnibus Law UU yang berakhir ricuh di depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah 7 Oktober 2020.

Aksi tersebut diwarnai bentrokan antara pendemo dan aparat kepolisian hingga berujung penangkapan terhadap ratusan peserta aksi.

Selanjutnya, polisi menetapkan empat mahasiswa tersebut sebagai tersangka hingga menjadi tahanan kota. (*)

Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul 4 Mahasiswa Pendemo Tolak Omnibus Law di Semarang Divonis Hukuman Percobaan

Editor: rival al manaf
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved