Breaking News:

Puding Ketela Ungu Gondangrejo Juara Lomba Cipta Menu Makanan Lokal Karanganyar

Di sela acara, Bupati Karanganyar tampak mencicipi puding berbahan ketela ungu kreasi dari peserta lomba asal Kecamatan Gondangrejo. 

Tribun Jateng/ Agus Iswadi
Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto mencicipi olahan makanan berbahan pangan lokal, Rabu (9/6/2021).   

Penulis: Agus Iswadi.

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK untuk mendorong konsumsi makanan berbahan lokal melalui lomba cipta menu beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA). 

Lomba kreasi makanan berbahan lokal seperti ketela, singkong dan jagung itu diikuti 17 peserta dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

Dalam lomba yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar tersebut, peserta asal Kecamatan Gondangrejo keluar sebagai juara pertama. 

Kepala Dispertan PP Karanganyar, Siti Maesaroh menyampaikan, lomba ini guna meningkatkan konsumsi pangan berbahan lokal serta mendorong kreativitas masyarakat terutama ibu-ibu dalam memilih, menentukan dan menciptakan makanan berbahan lokal.

Serta membiasakan keluarga untuk mengkonsumsi makanan berbahan pangan lokal. 

Di sela acara, Bupati Karanganyar tampak mencicipi puding berbahan ketela ungu kreasi dari peserta lomba asal Kecamatan Gondangrejo. 

"Tolong mulai disosialisasikan, mengurangi dominasi makan nasi, diganti dengan olahan dari talas ubi dan lainnya," katanya, Rabu (9/6/2021). 

Yuli sapaan akrabnya juga akan mendorong melalui Dinas Kesehatan dan Dispertan PP supaya bahan pangan lokal tersebut dapat dijadikan makanan bagi anak-anak ketika nantinya sudah dapat dilangsungkan pembelajaran tatap muka.

Diharapkan dengan begitu konsumsi makanan instans dapat berkurang. 

Sementara itu, Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Iqnasius Hariyanta Nugraha mengatakan, talas dan ubi ditetapkan sebagai komunitas tambahan untuk mengurangi konsumsi beras di Jateng. 

Berdasarkan data BPS tahun lalu, konsumsi beras masyarakat Indonesia telah diambang batas 50 persen.

Sehingga menurutnya perlu dilakukan upaya dari pemerintah untuk menurunkan konsumsi beras dengan makanan berbahan pangan lokal baik itu ubi, talas, sayur, buah dan bahan makanan yang mengandung protein tinggi. 

"Ini (lomba) wujud edukasi dan komunikasi, upaya kita dengan kegiatan lomba, ini lho kalau pangan lokal diolah dengan baik bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di sini memunculkan ide kreatif, bahan lokal bisa diolah menjadi beragam jenis dan kreasi," jelasnya.

(*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved