Breaking News:

Berita Internasional

Dijanjikan Jadi Model TikTok, Gadis-Gadis Muda Diselundupkan ke India dan Dipaksa Jadi PSK

Kelompok tersebut menggunakan platform media sosial TikTok untuk memancing calon korban.

Editor: M Syofri Kurniawan
Youtube
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM - Aparat kepolisian menangkap 11 orang yang dicurigai sebagai anggota kelompok pelaku perdagangan manusia Bangladesh.

Kelompok tersebut menggunakan platform media sosial TikTok untuk memancing calon korban.

Disampaikan pihak kepolisian Dhaka, Bangladesh, anak-anak perempuran dipancing ke bisnis perdagangan seks di negara tetangga India.

Baca juga: Ivermectin, Obat yang Dipercaya Mampu Kalahkan Covid-19 akan Dibagikan di Kudus

Baca juga: Bunga Diajari Bikin Bayi di Vila Kebun Teh, Janji Nikah Cuma Omong Kosong si LP

Baca juga: Kabar Caddy Golf Cantik Rani Juliani, Dulu Bikin Heboh Indonesia Skandal dengan Ketua KPK

Baca juga: Wenny Pelakor Sering Check In Hotel Sama Suami Orang, Dianiaya Istri Sah Saat Ketahuan WA Sayang

Unit paramiliter Batalyon Aksi Cepat (RAB) Bangladesh mengatakan Selasa (8/6), terduga pemimpin kelompok tersebut adalah Rafizul Islam Ridoy, yang dijuluki TikTok Ridoy.

Ia akan memikat gadis-gadis muda dengan menggunakan TikTok dan kelompok media sosial lainnya, dengan berjanji akan menjadikan mereka model TikTok

Akih-alih jadi model, kata RAB, para korban nyatanya malah diselundupkan ke India selatan dan dipaksa menjadi pekerja seks.

Penangkapan itu terjadi setelah rekaman video dugaan serangan seksual terhadap seorang wanita Bangladesh menjadi viral di media sosial pada akhir Mei. Peristiwa itu mendorong diadakannya penyelidikan terhadap kelompok perdagangan manusia ini, sebut RAB.

Semua tersangka ditangkap selama seminggu terakhir.

Wakil Komisaris Polisi Dhaka, Mohammad Shalidullah, mengatakan, penangkapan terbaru terjadi pada hari Senin lalu, ketika dua pria ditahan di distrik perbatasan barat daya di Bangladesh karena diduga memperdagangkan gadis dan wanita berusia antara 17 hingga 22 tahun.

"Salah satu dari mereka mengatakan kepada kami bahwa dia telah mengirim 1.000 orang ke India," kata Shahidullah kepada kantor berita AFP.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved