Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Presiden Perancis Emmanuel Macron Ditampar, Ini Sosok Pelaku dan Ucapannya Saat Beraksi

Insiden mengejutkan terjadi pada Presiden Perancis, Emmanuel Macron saat dia mengunjungi Tain-l'Hermitage, di pinggiran kota Valence dalam tur nasiona

Kompas.com/Istimewa
Presiden Prancis Emmanuel Macron ditampar seseorang pada Selasa (8/6/2021) ketika melakukan tur nasional di desa Tain-L'Hermitage, region Drome. Si penampar awalnya berjabat tangan dengan Macron lalu menamparnya.(TWITTER @PoliticsForAll) 

TRIBUNJATENG.COM - Insiden mengejutkan terjadi pada Presiden Perancis, Emmanuel Macron saat dia mengunjungi Tain-l'Hermitage, di pinggiran kota Valence dalam tur nasional.

Tiba-tiba seorang pria menamparnya sambil meneriakkan 'Montjoie, Saint-Denis'.

Diketahui itu merupakan seruan perang pada zaman Kerajaan Perancis, merujuk pada panji yang dipegang Raja Charlemagne.

Pengawal Presiden Macron dengan sigap menariknya, mencegah kekacauan lebih lanjut.

Saat ini pria yang kemudian diketahui bernama Damien T, seorang praktisi seni perang abad pertengahan, telah ditangkap.

Jaksa penuntut lokal Alex Perrin, dikutip AFP, menyatakan, saat ini mereka tengah mengungkap motif si penampar dan pria satunya dalam peristiwa tersebut.

Insiden mengejutkan itu terjadi di tengah panasnya tensi pemilihan regional yang akan diselenggarakan beberapa pekan lagi.

Aksi serupa pernah dilakukan seorang wartawan Irak kepada Presiden Amerika Serikat sekitar satu dekade lalu.

Setelah ditangkap karena aksinya, sosok bernama Muntazer Al-Zaidi itu dilaporkan mengalami pengalaman mengerikan di penjara.

Peristiwa itu terjadi pada 2007 silam, ketika Presiden Bush mengunjungi Irak.

Hadir di konferensi pers yang digelar Presiden Bush bersama Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliki, pada 14 November tahun itu, Al-Zaidi melemparkan sepatu ke arah Presiden AS tersebut.

Lemparan sepatu itu sendiri meleset, karena Bush bisa mengelak, namun hukuman tetap dijatuhkan kepada Al-Zaidi.

Al-Zaidi nekat melakukan aksi pelemparan sepatu tersebut sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Bush menyangkut Irak terutama menyangkut invasi Amerika Serika ke Irak tahun 2003.

"Sepatu ini merupakan kado perpisahan buat Bush. Kemarahan Muntazer merupakan perwakilan dari kemarahan rakyat Irak terhadap Bush. Kami senang dia segera dibebaskan,” kata pengacara Zaidi, Dhafir al-Ani kala itu.

Zaidi pun langsung langsung ditangkap begitu melemparkan sepatu, seperti yang baru-baru ini terjadi pada pria yang menampar Macron.

Halaman
123
Sumber: Intisari
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved