Berita Regional
Awalnya Ngaku Cuma Teman, di Persidangan Terungkap Wanita Ini Sering Tidur Hotel Bareng Suami Orang
Kisah perselingkuhan pekerja kantoran terbongkar dalam persidangan kasus penganiayaan di Surabaya.
TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Kisah perselingkuhan pekerja kantoran terbongkar dalam persidangan kasus penganiayaan di Surabaya.
Seorang wanita korban dugaan tindak penganiayaan mengakui dirinya telah menjalin hubungan gelap dengan suami orang.
Padahal, sebelumnya ia sempat berdalih kepada pelaku bahwa hubungannya dengan istri pelaku hanya sebatas rekan sekantor.
Baca juga: Kisah Pilu Abdullah Korban Kecelakaan Tabrak Lari, Tangan Kananya Putus Senin, Baru Ketemu Selasa
Baca juga: Fakta di Balik Viralnya Video Bocah SD Menyeberang Sungai dengan Bergelantungan di Rotan
Baca juga: Coffe Shop Menjamur di Kota Semarang, Anak SMA Dilatih Jadi Barista
Baca juga: Ingat Penganiayaan Perawat RS Siloam yang Viral? Begini Nasib Pelaku saat Menjalani Sidang Perdana
Korban penganiayaan adalah Wenny dan pelaku penganiayaan adalah Asteria Ismi.
Keduanya sempat dipertemukan oleh suami Asteria, Zacharias saat kecurigaan perselingkuhan dicium oleh sang istri.
Kala itu Wenny mengaku hanya teman kerja Zacharias.
Namun, di persidangan korban penganiayaan itu berkata lain.
Dalam persidangan, Wenny mengaku sering check in (tidur) di hotel dengan pria sekantor, Zacharias Fananov.
Wenny didatangkan sebagai saksi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Asteria Ismi Sawitri, istri Zacharias.
Dalam persidangan kasus penganiayaan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (9/6/2021), Wenny yang sudah berumah tangga itu mengakui setahun selingkuh dengan Zacharias.
Perselingkuhan itu diakui tanpa sepengatahuan suaminya dan Asteria, istri Zacharias.
Kasus perselingkuhan itu akhirnya terbongkar dari chat mesra dengan mengumbar kata 'sayang'.
"Iya sering check-in (di hotel). Tahu Zacharia punya istri. Awalnya dia (Zacharia) yang mendekati saya," ungkap Wenny di persidangan.
Berikut kronologi dugaan penganiayaan yang dilakukan Asteria kepada Wenny :
Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Anggaraini menyebutkan kasus dugaan penganiayaan itu terjadi pada 2013 silam.
Pada tahun itu Zacharias, Wenny dan Asteria bertemu di sebuah restoran es krim di Surabaya untuk meluruskan masalah.
Saat itu, Wenny mengaku kepada Asteria hubungannya dengan Zacharias hanya sebatas teman saja.
Tiga hari kemudian, Asteria hendak menemui suaminya Zacharias yang akan menggelar pameran di Grand City Mall.
Akan tetapi Asteria tak sempat bertemu suaminya. Asteria pun beranjak ke mushala.
Tanpa sengaja, dia bertemu Wenny.
Saat akan menyapa, Asteria mengetahui Wenny berkirim chat mesra mengumbar kata 'sayang' dengan suaminya.
"Terdakwa melihat saksi Wenny Handayani chatting melalui pesan WhatsApp dengan obrolan kata-kata sayang kepada seseorang dengan foto profil suami terdakwa," kata jaksa Anggraini dalam dakwaannya.
Melihat chat sayang itu, Asteria emosi.
Perempuan yang juga bekerja sebagai karyawan bank swasta ini berusaha merebut handphone Wenny.
Dalam kesaksian di persidangan, Wenny mengungkapkan saat itu Asteria merebut handphonenya.
"Dari belakang dia menarik handphone saya. Sambil berteriak memaki-maki saya pelakor, pelacur," kata Wenny.
Setelah kejadian tersebut, Asteria dan Wenny keluar mushala sambil terus berebut handphone.
Wenny hendak menuju tempat pameran di lantai dasar.
Selama perjalanan ke lantai dasar, Wenny mengatakan Asteria telah menganiayanya.
"Dia gigit tangan saya. Cakar saya. Handphone sudah dia ambil. Saya berusaha ambil lagi. Jilbab saya ditarik," ujarnya.
Wenny lantas menuju toilet untuk mencari perlindungan. Dia mengklaim di dalam toilet tersebut terdakwa masih menganiayanya.
"Sebelum saya masuk, saya dipukuli pipi saya kanan dan kiri," katanya.
Wenny lantas menghubungi Zacharia agar datang menolongnya. Dia juga meminta tolong kepada petugas keamanan.
Keributan mereda setelah dilerai petugas dan dibawa ke pos sekuriti.
Pengacara Asteria bantah ada penganiayaan
Sementara itu, pengacara Asteria, Elok Dwi Kadja membantah kliennya menganiaya Wenny.
Baca juga: Ciri-ciri Istri Benar-benar Orgasme dan Bukan Fake Orgasm, Ada Sensasi Seperti Terisap Salah Satunya
Baca juga: Video Maling HP Penjual Ayam Geprek Dihajar dan Ditelanjangi Massa
Baca juga: Video Bus Rosalia Indah Kecelakaan Terguling Timpa Mobil Jazz di Exit Tol Krapyak Semarang
Baca juga: Chord Kunci Gitar Terukir di Bintang - Yuna
Menurut Elok, keduanya hanya saling berebut handphone ketika Wenny berkomunikasi mesra dengan suaminya.
"Karena berebut handphone terjadi saling tarik. Tangan klien saya juga luka," kata Elok.
Saat bertemu di restoran es krim, keduanya mengaku hanya sebatas teman kantor.
"Klien saya dibilang terlalu paranoid. Klien minta maaf waktu itu dan berangkulan. Saksi korban juga dipesankan taksi online untuk pulang. Ketemu lagi di mal chat sayang sama suami klien saya," tandas Elok.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews dengan judul Cerita Wanita Bersuami Selingkuh dengan Teman Kantor, Sering Check In di Hotel, Terungkap Karena WA