Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Kapala BRIN Perkirakan Vaksin Merah Putih Mulai Disuntikkan Tahun 2022

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko memperkirakan Vaksin Merah Putih dapat disuntikkan ke masyarakat pada pertengahan 2

Editor: iswidodo
kompas.com
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko memperkirakan Vaksin Merah Putih dapat disuntikkan ke masyarakat pada pertengahan 2022. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko memperkirakan Vaksin Merah Putih dapat disuntikkan ke masyarakat pada pertengahan 2022.
"Kalau target kita secepatnya, kalau kita bicara rasional itu paling cepat bayangan saya memang tahun depan, mungkin setelah pertengahan tahun," ujar Handoko.
Disampaikannya saat berbincang dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dan Manajer Pemberitaan Tribun Network Rachmat Hidayat, Sabtu (5/6/2021).
Handoko menerangkan jika pun dapat dipercepat hal itu tak jadi masalah. Dan itu menjadi harapannya. Namun yang terpenting adalah tetap memperhatikan aspek keselamatan.
"Kalau bisa dipercepat tidak ada masalah. Moga-moga bisa lebih cepat. Tapi kan perlu realistis juga. Tapi kita tidak bisa juga sekedar cepat-cepatan. Karena harus melihat aspek keselamatan," ucap Handoko.
Sebab, ucap Handoko, penduduk Indonesia berjumlah besar. Sehingga tidak bisa Indonesia bergantung terus-terusan soal vaksin ke negara lain. Berikut petikan wawancara bersama Kepala BRIN Laksana Tri Handoko:
Era Kemenristek/BRIN ikut tergabung dalam upaya menyediakan vaksin dan obat Covid-19. Apakah peran itu diteruskan oleh BRIN?
Jelas, justru makin kuat. Kalau dulu Kemristek memfasilitasi, yang melakukan Eijkman, LIPI, sekarang kita yang melakukan semua itu. Tidak cuma memfasilitasi. Kami bertanggungjawab melakukan itu, secara day by day. Jadi dukungan bisa diperkuat, karena jelas sekarang. Kita tidak hanya membuat kebijakan, tapi juga melaksanakan, dan jadi pelaksananya.
Bagaimana progres penyiapan vaksin?
Vaksin merah putih saat ini ada 7 tim yang mengembangkan. 7 tim itu, dua di antaranya langsung berada di BRIN, yaitu timnya LIPI dan Eijkman Institute Molecular Biology. Ditambah lima tim lain dari berbagai tim. Untuk tahun ini kita akan memfokuskan kembali dengan melakukan realokasi anggaran untuk bisa mendukung tim-tim itu semakin kuat.
Vaksin merah putih sudah uji klinis tahap III?
Belum. Yang paling besar progresnya ada dua, dan harapannya mereka bisa menyelesaikan uji praklinis paling cepat akhir tahun ini.
Apakah yakin BPOM bakal menyetujui?
Itu yang saya sebut sebagai ekosistem tadi. Untuk riset-riset yang sifatnya sangat aplikatif seperti ini, sejak awal kita harus libatkan industri. Itulah yang sekarang dilakukan, misal grup Eijkman bekerjasama dengan Bio Farma, grup Unair dengan Biodisc. Tim riset kita lihat, kita evaluasi. Tapi pada saat yang sama kita juga mengevaluasi kesiapan dari industrinya.
Produksi vaksin sendiri lebih mahal?
Tidaklah, karena skala ekonomi kita sudah punya. Negara ini penduduknya 280 juta, kebutuhan vaksin hampir 400 juta dosis. Dan kita belum tahu vaksin yang beredar saat ini efikasinya sampai berapa lama.
Kapan vaksin merah putih bisa disuntikkan ke masyarakat?
Kalau target kita secepatnya. Mungkin setelah pertengahan tahun 2022. Moga-moga bisa lebih cepat. Tapi kan perlu realistis juga. Karena harus melihat aspek keselamatan.
Apa bedanya dengan vaksin lain?
Kalau vaksin semua sama untuk pencegahan. Beda teknologi, beda platform. Karena ada target gen yang berbeda. Semua harus kita lakukan. Kalau ada mutasi kita harus siap punya kemampuan untuk modifikasi. Dan itu tidak bisa tergantung dengan luar.
Apa prioritas BRIN?
Ada tiga kebutuhan riil. Yaitu riset pengembangan vaksin Merah Putih, pengembangan alat deteksi Covid-19, dan alat untuk skrining Covid-19. Ini sangat krusial juga, terutama kita ingin mencari yang lebih mudah, lebih mudah dipakai, dan kemudian lebih cepat dan akurat. Kemudian ketiga adalah surveilans itu melalui Whole Genome Sequencing. Jadi akan kegiatan yang day by day, dan sangat masif, yang dipimpin oleh teman-teman Kementerian Kesehatan. (tribun network/denis destryawan)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved