Breaking News:

Berita Purbalingga

Tahun 2020, Pendapatan Pemkab Purbalingga Lebih Besar daripada Belanja

Realisasi pendapatan dalam APBD Kab. Purbalingga Tahun 2020 lebih besar daripada realisasi belanjanya.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: sujarwo
Istimewa
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, saat menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020, kepada Ketua DPRD Purbalingga, Bambang Irawan, Senin (14/6/2021) di Ruang Rapat DPRD. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Realisasi pendapatan dalam APBD Kabupaten Purbalingga Tahun 2020, tercatat lebih besar daripada realisasi belanjanya.

Hal ini dipaparkan oleh Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, dalam Rapat Paripurna DPRD acara Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020, Senin (14/6/2021) di Ruang Rapat DPRD.

Realisasi pendapatan Pemkab Purbalingga tahun 2020 sebesar Rp 1.952.749.301.274 atau mencapai 103,36 persen dari target yang ditetapkan dalam APBD Perubahan sebesar Rp 1.889.271.367.000. 

Terdapat pelampauan pendapatan sebesar Rp 63.477.934.274.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pelampauan pendapatan tersebut mayoritas berasal dari pelampauan pendapatan BLUD sebesar Rp 41.509.063.359 dan pelampauan pendapatan pajak daerah sebesar Rp 9.084.669.048. 

Sementara realisasi belanja Pemkab Purbalingga tahun 2020 sebesar Rp 1.500.418.873.732.

"Realisasi belanja tersebut yakni 92,99 persen dari pagu anggaran yang ditetapkan dalam APBD-Perubahan tahun 2020 sebesar Rp 1.613.481.567.000,” ungkap bupati kepada Tribunbanyumas.com, dalam rilis. 

Selain pendapatan dan belanja, Pemkab Purbalingga juga merealisasikan transfer sebesar Rp 394.456.655.648. 

Transfer ditujukan untuk bagi hasil pendapatan kepada pemerintah desa sebesar Rp 6.937.738.000 dan transfer bantuan keuangan sebesar Rp. 354.768.732.400.

Sementara realisasi Pembiayaan bersih tahun 2020 sudah sesuai pagu, yakni sebesar Rp 121.701.861.009 atau 100,01 persen.

Pembiayaan yakni semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali.

Realisasi penerimaan pembiayaan sebesar Rp 130.001.861.009 berasal dari SiLPA tahun sebelumnya dan penerimaan kembali dari pemberian pinjaman.

Sedangkan realisasi pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 8.300.000.000, seluruhnya merupakan realisasi tambahan penyertaan modal pemerintah daerah kepada 6 perusahaan (BUMD). 

Secara keseluruhan, tercatat APBD tahun 2020 realisasi pendapatan sebesar Rp 1.952.749.301.274,  realisasi belanja sebesar Rp 1.500.418.873.732, dan realisasi transfer sebesar Rp 394.456.655.648, serta pembiayaan netto sebesar Rp 121.701.861.009. 

Dengan demikian maka pada tahun anggaran 2020, terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) sebesar Rp 179.575.632.903. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved