Breaking News:

Penanganan Corona

Waspada Virus Corona Varian Baru Delta India Landa Kudus, Sudah Menyebar di Pati, Jepara & Grobogan?

Varian baru Covid-19 Delta yang pertama kali terdeteksi di India disebut sebagai satu penyebab virus corona mengganas di Kudus.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: galih permadi
Tribun Jateng/ Rifqi Gozali
Petugas medis mengantarkan warga Kudus yang isolasi mandiri di rumah dikumpulkan ke Rusunawa Bakalankrapyak, Rabu (9/6/2021). Setelahnya mereka diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG- Varian baru Covid-19 Delta yang pertama kali terdeteksi di India disebut sebagai satu penyebab virus corona mengganas di Kudus.

Oleh karena itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta semua bupati dan wali kota mengantisipasi penyebaran varian baru Covid-19 untuk mengambil sampel corona whole genome sequencing (WGS).

Setiap pengambilan sampel tes Covid-19, bupati/ wali kota diminta sekaligus mengambil sampel genome.

"Sampai hari ini, sampel yang diambil baru dari Kudus. Maka saya minta sekarang kalau sedang melakukan pengambilan sampling corona juga sekaligus dilakukan ambil sampel genome sampling test," kata Ganjar, Senin (14/6/2021).

Menurutnya, harus ada aturan baru yang ditetapkan tersebut. Dengan begitu, maka akan diketahui lebih cepat apabila varian baru memang sudah menyebar.

Masyarakat diminta hati-hati, karena varian baru Covid-19 dari India sudah masuk ke Jawa Tengah.

"Tidak ada kata lain selain taati protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan pakai sabun, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan," terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan, sampel yang dikirimkan ke laboratorium untuk pengecekan tes genome, sebagian besar merupakan corona varian baru.

Varian Delta dari India ini memiliki tingkat penularan lebih cepat dan fatalitas atau tingkat kematian lebih tinggi.

Apakah virus varian baru tersebut juga menyebar di daerah sekitar Kudus, semisal Pati, Jepara, Grobogan dan sebagainya, Yulianto mengatakan belum bisa menyimpulkan.

"Spesimen corona dari daerah di sekitar Kudus sedang dilakukan pemeriksaan. Waktu pemeriksaan cukup lama yakni 2 minggu (pekan) tidak bisa dipercepat," jelasnya.

Menurutnya, daerah selain Kudus yang sudah keluar hasil pemeriksaan spesimennya yakni Solo.

Namun, di Solo hasilnya nihil atau tidak ditemukan virus varian baru hasil pemeriksaan sampel.

"Untuk daerah sekitar Kudus kami sedang menunggu hasilnya.

Namun, bisa dilihat dalam satu daerah kalau ada eksponensial, penularan cepat, kematian tinggi, diduga virus varian baru ada di daerah tersebut," ungkapnya.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved