BERITA NASIONAL

Dr Aqua: Jangan Lupakan Nilai-Nilai Luhur Tribrata dan Catur Prasetya

Nilai-nilai luhur Kepolisian Republik Indonesia dalam bentuk Tribrata dan Catur Prasetya harus benar-benar dilaksanakan dengan penuh semangat

Penulis: Erwin Ardian | Editor: Erwin Ardian
ISTIMEWA
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana memberikan matero dalam Sharing Komunikasi dan Motivasi di Gedung Baramahkota Polres Madiun Kota, Jawa Timur, Senin 14 Juni 2021. 

"Saya berterima kasih sekali dan sangat mengapresiasi Pak Aqua yang bersedia datang ke Madiun di tengah jadwalnya yang sangat padat. Saya tahu selama pandemi Covid-19 ini beliau sibuk sekali," ujar Dewa.

Pria rendah hati asal Denpasar Bali ini melanjutkan bahwa Dr Aqua selama ini sering memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi baik di seluruh Indonesia maupun di mancanegara. Khusus di jajaran Polri banyak senior yang telah memanfaatkan kepakarannya di bidang komunikasi dan keahliannya sebagai motivator.

"Pak Aqua ini juga telah banyak menulis buku. Nanti semua peserta yang hadir di sini akan mendapatkan buku-buku beliau yang sangat laris. Selama ini saya menggunakan karya-karya Pak Aqua sebagai sarana kontak dengan para mitra. Semua relasi yang saya berikan buku-buku itu sangat senang," ujar Dewa.

Bapak empat anak ini ingin mewujudkan budaya literasi di jajarannya. Terkait itu Dewa telah membeli hampir seribu eksemplar buku Trilogi The Power of Silaturahim.

Kejutan Menyenangkan

Sementara itu, para peserta mendapatkan kejutan menyenangkan karena mendapat pembagian dua buku penting dan sangat laris, sebagai bagian dari buku "super best seller" Trilogi The Power of Silaturahim. Semua buku itu dibagikan di akhir acara.

Dr Aqua berharap dua buku dengan tajuk "Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)" serta "Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama", dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran komunikasi dan manfaat besar silaturahim di kalangan para anggota Polri.

Sampai sekarang, kedua buku yang melanjutkan sukses buku berjudul “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” itu,  sudah terjual sekitar 28 ribu ribu eksemplar buku. Selain Jakarta dan sekitarnya, pemasaran buku-buku yang merepresentasikan kiprah silaturahim Dr Aqua tersebut, banyak tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Buku pertama itu bahkan telah terjual hingga 160.000  eksemplar dan menjadi awal dari program umrah gratis The Power of Silaturahim (POS).

Saking banyaknya pembelian buku di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga stok buku-bukunya di Kota Semarang dan Kota Yogyakarta sudah hampir habis. Untuk mengantisipasi permintaan yang mendadak dan mendesak, Dr Aqua sudah menambah persediaannya dari Jawa Timur.

“Alhamdulillah, semua datang dari Allah SWT. Sejak awal saya meniatkan diri berbuat yang terbaik dan menjalankan silaturahim dengan sebaik-baiknya. Semua yang saya lakukan memang selalu diusahakan untuk dituliskan secara ringan dan dibagikan ke ribuan teman-teman saya melalui grup WA. Semoga menjadi inspirasi positif bagi semua,” ungkap Dr Aqua, pria murah senyum kelahiran Pematang Siantar, 23 Januari 1970 ini dengan tetap rendah hati.

Buku "Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)" memuat kisah jalinan persahabatan dua anak manusia dari latar belakang yang jauh berbeda, baik suku, agama, ras, dan golongan atau strata sosial-ekonominya. Dr Aqua seorang muslim dari suku Minangkabau yang lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, dari keluarga sederhana pasangan Ayah-Bunda Syaifuddin-Asmi Samad.

Sedangkan Ventje seorang Tionghoa Katholik kelahiran Surabaya, Jawa Timur, dari keluarga pengusaha pasangan Papi-Mami Rudy Suardana-Susianawati Harlim.

Yang satu sampai mengenyam pendidikan S3 hanya di tingkat lokal/nasional, sedangkan satu lainnya kuliah di Amerika Serikat.

Terlepas dari banyak perbedaan di antara mereka, kedua tokoh yang dikisahkan dalam buku tersebut mampu menjalin persahabatan bahkan hingga tingkat seperti saudara kandung. Dan, persaudaraan itu bukan hanya antarmereka berdua melainkan juga keluarga besar kedua belah pihak.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved